Thursday, 14 December 2017

Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Didesak Mundur, Ini Pembelaan Ketua DPRD

Kamis, 7 Desember 2017 — 1:26 WIB
upati Sukabumi Marwan Hamami (kanan) dan Ketua DPRD Agus Mulyadi.

upati Sukabumi Marwan Hamami (kanan) dan Ketua DPRD Agus Mulyadi.

SUKABUMI (Pos Kota) – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi angkat bicara seputar maraknya hastag 2TahunMundur di jejaring sosial Facebook. Di mana gerakan desakan mundur itu ditujukan netizen ke Bupati-Wakil Bupati Sukabumi, Marwan Hamami-Adjo Sardjono.

Menurut politisi Partai Golkar ini, kritik maupun saran dari semua elemen sah-sah saja. Hanya saja, jika mengeritik sampai mendesak harus mundur itu terlalu naif. Sebab, DPRD menilik kinerja Pemkab Sukabumi selama dua tahun berjalan yang dipimpin Marwan-Adjo sudah ada perbaikan.

“Kami (DPRD) melihat pelaksanaan program, terutama dari sisi penganggaran sudah semakin baik dan lebih fokus dibanding sebelumnya. Pemerintahan sekarang apa yang dilakukan semuanya berbasis perencanaan. Kritik, silakan. Tapi kalau sampai desakan mundur, ya itu terlalu naif,” cetus Agus kepada poskotanews.com, Rabu (6/12/2017).

Dicontohkan sistem perencanaan baik, kata Agus, seperti kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum. Dulu, tiap kegiatan anggarannya dibagi kecil-kecil. Saat ini, pekerjaannya dengan volume besar dengan satu kontrak. Misal, perbaikan jalan alternatif Tenjoayu, Cicurug-Parungkuda dan jalan alternatif Caringin-Cidahu. Nanti, masuk ke tahun ketiga Pemerintahan Marwan-Adjo, akan lebih fokus kepada penataan Pelabuhan Ratu sebagai ibu kota Kabupaten Sukabumi, mulai taman kota, pariwisata, hingga sarana olah raga.

Meski demikian, Agus menegaskan pengeritik jangan asal berasumsi tapi harus didasari data dan fakta. DPRD, lanjutnya, siap menjembatani komunikasi antara pengeritik baik dari aktivis, ormas, maupun LSM dengan Pemkab Sukabumi.

“Semuanya, ayo duduk satu forum. Jangan berasumsi. Mari turun dan konsolidasi sama-sama. Sehingga penilaian akan sesuai dengan fakta dan data. Bila perlu tiap kecamatan kita lihat bersama, mana yang sudah dibangun dan mana yang kurang,” ajaknya.

Diketahui, belakangan marak mencuat #2TahunMundur yang menjadi pembahasan netizen di jejaring sosial FB. Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mempertanyakan apa dasar desakan mundur itu? Dia mengklaim semua program sudah berjalan dan terlihat nyata di masyarakat selama kepemimpinannya.

Orang nomor satu di kabupaten terluas kedua di Jawa ini memaparkan, program yang dibuat bersama pendampingnya, Adjo Sardjono baru berjalan setahun, yakni 2017. Sebab, program pada 2016 merupakan produk pemerintahan sebelumnya. Duet Marwan-Adjo baru dilantik pada Februari 2016 setelah memenangkan Pilkada pada 2015 dengan capaian suara lebih 50 persen.

“Dua tahun itu terhitung 2017 dan 2018. Karena 2016 programnya dibuat oleh pemerintahan sebelum saya bersama Pak Adjo. Sekarang baru berjalan setahun nuntut mundur, dasarnya apa? Semua program sudah berjalan dan terlihat nyata di masyarakat,” papar Marwan. (sule)