Thursday, 14 December 2017

Ditekuk Shakhtar 1-2 Pelatih Manchester City Tetap Bangga

Kamis, 7 Desember 2017 — 8:19 WIB
Pep Guardiola pelatih Manchester City (reuters)

Pep Guardiola pelatih Manchester City (reuters)

UKRAINA– Kedigdayaan Manchester City akhirnya berakhir di Metalist Stadium, Kharkiv, kandang Shakhtar Donetsk. Pada laga terakhir penyisihan grup Liga Champions Kamis dinihari tadi, Man City tumbang 2-1.

Memang meski kalah, The Citizen tetap lolos ke babak 16 bersama Shakhtar meski harus mengorbakan Napoli.

Dan kekalahan ini adalah yang pertama bagi City di enam laga penyisihan Grup F. Bahkan di Liga Inggris yang sudah bergulit 15 kali Manchester City belum pernah kalah.

Catatan yang ada, tim besutan Pep Guardiola itu terakhir kali kalah dari Arsenal di semifinal Piala FA musim lalu April lalu .

Sebelum dihentikan Shakhtar, City meraih 25 kemenangan dan tiga hasil seri dalam 28 pertandingan di semua kompitisi. Mereka juga mencatat 20 kemenangan secara beruntun di semua kompetisi.

Seperti diketahui, City tertinggal dua gol di babak pertama setelah gawang mereka dibobol Bernard dan Ismaily. Mereka baru bisa menipiskan kekalahan melalui penalti Sergio Aguero di injury time.

Memang menghadapi Shakhatar, Pep menurunkan pemain pelapis keduanya seperti Phil Foden mencatat rekor sebagai pemain Inggris termuda yang menjadi starter di Liga Champions. Dengan usia 17 tahun 192 hari, Foden memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Josh McEachran, yang bermain untuk Chelsea pada laga melawan Marseille di tahun 2010.

Pep juga menurunkan pemain muda lainnya yaitu Tosin Adarabioyo dan Brahim Diaz. Oleh karena itu meski kalah, Pep Guardiola tetap bangga dengan timnya

Bahkan Diaz yang baru berusia 18 tahun sempat mengancam gawang tuan rumah setelah masuk sebagai pemain cadangan.

“Selamat kepada Shakhtar. Tetapi kami melakukan start dengan sangat bagus, tapi mereka meng-counter dengan luar biasa untuk gol pertama. Gol kedua terjadi karena kami tidak bertahan, tapi kami berjuang.”

“Saya juga senang dengan Tosin, Brahim, dan Phil untuk cara mereka bermain lawan tim bertalenta seperti Shakhtar. Kami datang ke sini untuk menang, tapi kami tidak melakukannya, kami berusaha,”katanya.(B)