Wednesday, 13 December 2017

Menlu Retno Marsudi:

Indonesia Berkomitmen Dukung Perjuangan Hak-Hak Rakyat Palestina

Kamis, 7 Desember 2017 — 11:36 WIB
Menlu RI Retno Marsudi Gunakan Keffiyeh nyatakan dukungan pada rakyat Palestina di Bali Democracy Forum, Serang, Banten.(Ist)(

Menlu RI Retno Marsudi Gunakan Keffiyeh nyatakan dukungan pada rakyat Palestina di Bali Democracy Forum, Serang, Banten.(Ist)(

BANTEN (Pos Kota) – Menggunakan selendang khas Palestina ‘keffiyeh’ bermotif kotak-kotak hitam putih , Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia kepada negara tersebut, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Hal tersebut dikatakan Retno Marsudi saat berpidato di Bali Democracy Forum (BDF) ke-10, Kamis (7/12/2017).

“Saya berdiri di sini memakai selendang Palestina untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia, rakyat Indonesia, yang akan selalu bersama rakyat Palestina untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Indonesia akan selalu bersama Palestina,” kata Menlu Retno dalam pembukaan BDF Ke-10 di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE), Serpong, Banten.

 Menlu Retno juga menegaskan, Indonesia mengecam pengumuman Trump di Washington DC pada Rabu (6/12) pukul 13.00 atau Kamis pukul 01.00 WIB, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Kami mengecam pengakuan ini, demokrasi berarti menghormati hukum internasional. Jadi pengakuan tersebut tidak menghormati berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB,” tegasnya.

Selain itu, Menlu RI turut menyesalkan AS yang mengklaim negara demokratis justru mengambil langkah yang mengancam perdamaian dan berpotensi meningkatkan instabilitas kawasan Timur Tengah.

“Sebagai negara demokrasi, Amerika seharusnya tahu apa arti demokrasi,” serangnya.

Presiden Joko Widodo direncanakan akan memberikan pernyataan kecaman resmi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, terkait pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pada Rabu pukul 13.00 waktu setempat, di Gedung Putih Washington DC, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel.(Tri)