Thursday, 14 December 2017

Jakarta Selatan dan Timur Rawan Longsor

Kamis, 7 Desember 2017 — 18:05 WIB
Jupan Royter, Kepala BPBD DKI Jakarta. (ikbal)

Jupan Royter, Kepala BPBD DKI Jakarta. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi bencana tanah longsor akibat pergeseran tanah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter, mengatakan potensi tetsebut terdapat di dua wilayah ibukota ini.

“Untuk DKI ada dua wilayah kota yaitu Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Untuk Jakarta Selatan ada di delapan kecamatan di antaranya di Kecamatan Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Tebet, Pesanggarahan, Pasar Minggu dan Cilandak. Sedangkan Jakarta Timur di Kramatjati dan Pasar Rebo,” ujar Jupan di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Kamis (7/12/2017).

Ia menjelaskan potensi tersebut dapat terjadi jika intensitas hujan di Jakarta melebihi angka normal. BPBD DKI memprediksi, intensitas hujan akan mencapai puncaknya pada Januari mendatang.

“Berdasarkam kajian bersama BMKG kemaren bahwasannya puncak curah hujan itu diperkirakan pada dasarian pertama atau kedua di bulan Januari,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi segala potensi yang terkadi akibat tingginya curah hujan, BPBD DKI mengajak seluruh perangkat pemerintahan bersama warga untuk selalu mewaspadai potensi bencana di lingkungan sekitarnya. Dikatakan Jupan, BPBD DKI juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD DKI Jakarta.

“Kita selalu informasikan yang kita dapat dari BMKG ke masyarakat. Kita juga minta masyarakat untuk informasikan ke call center 112 layanan kedaruratan,” tandas Jupan.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah melakukan apel siaga bencana pada 18 November 2017 lalu. Apel yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu digelar sebagai persiapan Jakarta untuk menghadapi musim hujan periode 2017/2018. (ikbal/yp)