Thursday, 14 December 2017

Bursa Ketua Umum PGSI

Jenderal Soenarko Mengaku Dapat Dukungan dari 19 Pengprov PGSI

Kamis, 7 Desember 2017 — 13:14 WIB
Soenarko bersama pendukungnya. (prihandoko)

Soenarko bersama pendukungnya. (prihandoko)

JAKARTA (Pos Kota) – Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB.PGSI), bursa calon ketua umum mulai ramai.

Hingga, Kamis (7/12/2017), dua nama  telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon yakni Trimedya Panjaitan dan Soenarko.

Soenarko mendapat dukungan dari 19 Pengprov PGSI dengan mendeklarasikan pencalonan Soenarko di salah satu hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pekan lalu. Sedangkan Trimedya didukung Pengprov PGSI DKI Jakarta.

Soenarko yang pensiunan Jenderal Bintang Dua dengan memegang dua jabatan strategis Danjen Kopassus dan Pangdam Iskandar Muda (Aceh) itu telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua umum PGSI periode 2018-2022.

Sebagai mantan prajurit militer, Soenarko menganggap pinangan dari 19 Pengprov PGSI sebagai amanah yang harus diterima dengan penuh tanggungjawab.

”Saya kira keinginan 19 Pengprov PGSI untuk mencalonkan saya sebagai ketua umum PGSI empat tahun ke depan didasari oleh keinginan kuat untuk membangun gulat Indonesia ke depan. Intinya, para Pengprov PGSI ini menginginkan adanya perubahan di PGSI,” kata lulusan Akabri 1978 ini. seperti dilansir dalam siaran pers yang disebarkan kepada awak media, Kamis, (7/12/2017).

Soenarko bertekad membawa gulat Indonesia ke pentas dunia. Dengan moto ”Dari Gulat Untuk Gulat” menuju Indonesia hebat, Soenarko ingin prestasi gulat Indonesia mampu bersaing di level dunia.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai angka 250-an juta,  banyak potensi anak muda untuk dikembangkan menjadi atlet gulat berprestasi. ”Untuk mengarah ke prestasi dunia tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus melalui proses pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. Tak ada prestasi lahir tiba-tiba. Saya akan memberdayakan daerah mengingat sumber utama pembinaan ada di daerah,”papar pria berdarah Jawa kelahiran Sumatera ini.

Di lingkungan olahraga nasional pun sosok Soenarko bukan orang baru. Soenarko pernah menjadi pengurus Pertina Pusat di era kepemimpinan Setya Novanto. Selain itu juga dengan latar belakangnya sebagai seorang milter, Soenarko diyakini punya kecintaan terhadap olahraga. Apalagi di lingkungan militer, olahraga sudah merupakan kewajiban.

Hindari Politik Uang 

Soenarko juga mengajak semua elemen gulat Indonesia untuk menyatukan langkah dan tekad dalam membangun prestasi ke depan.”Makanya dalam Munas PGSI nanti saya tak ingin ada politik uang karena di olahraga mengedepankan azas fair play dan sportifitas,”tambahnya.

Apa yang disampaikan Soenarko benar adanya karena menjelang pelaksanaan Munas PGSI 11-13 Desember di Hotel Ambhara Jakarta, sudah mulai tercium aroma tak sedap. Ada iming-iming sesuatu kepada para Pengprov yang akan hadir.(Tri)