Monday, 11 December 2017

Menunggu Upaya Atasi Rob

Kamis, 7 Desember 2017 — 6:15 WIB

PERMUKIMAN warga di sembilan kelurahan wilayah Jakarta Utara diterjang rob. Dampak terjangan air laut pasang itu, banyak rumah warga yang terendam dengan ketinggian air mencapai 50 Cm.

Derasnya terjangan rob membuat warga tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Warga menilai meluapnya air laut pasang hingga merendam rumahnya, karena tanggul sebagai benteng terakhir pencegah rob di permukimannya terlalu pendek.

Sebagian besar warga yang bermukim di sembilan kelurahan itu yakni Kelurahan Pluit, Penjaringan, Kamal Muara, Pejagalan, Kapuk Muara, Marunda, Cilincing, Ancol dan Sunter Agung kini malah was-was terjadinya rob susulan. Mereka berharap pemerintah segera membentengi permukimannya dengan tanggul yang tinggi dan kokoh.

Kekhawatiran warga itu bisa dimaklumi. Selain memang tanggul yang sekarang ini terlalu pendek, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan warga dalam sebulan ini terutama di wilayah pesisir seperti Jakarta, Banten, dan Jawa Barat supaya waspada.

Dalam beberapa hari ini memang tidak turun hujan tapi bukan berarti tak ada ancaman. Gelombang laut saat ini masih tinggi sehingga berpotensi menimbulkan rob.

Imbauan BMKG patut diperhatikan baik oleh warga maupun pemerintah. Siapkan strategi jitu untuk menghadapi rob yang sewaktu-waktu datang, seperti menumpuk karung-karung pasir, memasang sirine sebagai peringatan dini dan langkah lainnya.

Strategi seperti ini tentu hanya untuk antisipasi jangka pendek saja, karena untuk menghalangi rob menerjang permukiman warga bukan sekadar itu. Pemerintah baik pusat maupun Pemprov DKI Jakarta perlu aksi besar yang bisa mengatasi rob secara permanen.

Aksi besar dengan menghadirkan karya nyata untuk mengatasi rob itu sejalan dengan harapan warga yang menginginkan permukimannya tidak terendam bila air laut pasang.

Karya nyata itu misalnya bisa saja segera menghadirkan giant sea wall yang sudah lama digadang-gadang. Apalagi tanggul raksasa ini diklaim pemerintah bukan cuma bisa menghalangi rob, tapi sekaligus mengatasi banjir yang berdasakan proyeksi banyak pakar akan menenggelamkan Jakarta pada 2050 mendatang.

Kini warga pesisir Jakarta menunggu upaya pemerintah mengatasi terjangan rob. Sebab berdasarkan perhitungan BMKG, rob masih mengancam. @*