Thursday, 14 December 2017

Munaslub Golkar Lengserkan Setnov Tinggal Menghitung Hari

Kamis, 7 Desember 2017 — 23:09 WIB
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

JAKARTA (Pos Kota)-Musyawarah Nasional Luar Bias (Munaslub) Partai Golkar sudah tidak bisa dihindarkan. Munas untuk mengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR tinggal menghitung hari.

Meski Plt Idrus Marham tetap bersikukuh munaslub baru bisa dilakukan setelah ada hasil sidang praperadilan Novanto yang jadi tersangka kasus korupsi e-KTP rupanya desakan untuk melengserkan Setnov dan kroninya kian kencang.

Seperti ditegaskan oleh Ketua DPP Partai Golkar Zainudin Amali, bahwa surat permohonan munaslub yang diajukan 34 DPD I atau pengurus partai tingkat provinsi sudah diserahkan ke Idrus Marham.

Oleh kerena itu Amali menyebut DPP kemungkinan akan menggelar rapat pleno membahas persiapan munaslub pada pekan depan.

“Kan kemarin Pak Idrus sudah jelas pada saat menerima permohonan DPD akan pleno minggu depan,” kata Amali Kamis (7/12).
“Setuju atau tidak setuju Munaslub ya kan. Ini kan ada usulan, itu kan ada usulan dari DPD itu. Karena 34 itu sudah mengusulkan kan ditawarkan bagaimana setuju enggak munaslub? Setuju, tok tok,” kata Ketua Bidang Kepartaian Partai Golkar Kahar Muzakir di tempat lain.

Kahar menyebut, 34 DPD I tidak ada yang khawatir permohonan munaslub akan gugur apabila Setnov memenangkan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka korupsi e-KTP.
Munaslub lengserkan Setnov kian kencang kian nyata setelah Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengaku ada enam orang bakal calon Ketua Umum Golkar yang menemuinya.
“Yang datang sama saya Pak Airlangga, Pak Idrus, Pak Azis, Pak Priyo Budi Santoso, Pak Wisnu Suhardono, dan kemudian Mbak Titiek kita ketemu dan bicara sedikit. Nah itu ada enam yang menyatakan maju sebagai ketua umum,” kata Ical usai bertemu dengan sejumlah pengurus DPD I Golkar di kediamannya di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).
Ical siapapun yang ingin menjadi Ketum Golkar harus menjaga persatuan dan kesatuan internal partai. “Saya sudah sampaikan pada semua tidak ada winner takes all. Tidak kalau menang hanya kubu ini yang masuk kepengurusan, tidak boleh hanya kubu ini yang ada pada pimpinan badan-badan kelengkapan di DPR. Harus semua masuk, semua calon yang ada masuk, hingga bersatu dan tidak ada kubu-kubuan lagi dalam partai Golkar,” ujarnya.(B)