Thursday, 14 December 2017

Pihak Depe Ungkap Nama Petugas yang Melakukan Pengawalan

Kamis, 7 Desember 2017 — 12:55 WIB
Dewi Perssik bersama suami Angga Wijaya dan kuasa hukum Maha Awan Buwana usai melakukan laporan pencemaran nama baik. (yendhi)

Dewi Perssik bersama suami Angga Wijaya dan kuasa hukum Maha Awan Buwana usai melakukan laporan pencemaran nama baik. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Maha Awan Buana, kuasa hukum artis Dewi Perssik mengaku dirinya sudah bertemu dengan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, untuk memberitahu nama anggotanya yang melakukan pengawalan terhadap kliennya.

Meski demikian, Awan enggan membeberkan nama anggota Ditlantas Polda Metro Jaya yang melakukan pengawalan terhadap Dewi Perssik ke publik.

“Nama dari polisi itu sudah saya sampaikan ke Dirlantas dan bukan untuk konsumsi publik. Dan saya kasihan dia ngomong ke saya. ‘Ya sudah dia hanya melakukan tugas’,” kata Awan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, (7/12/2017).

Dia tidak menyalahkan Halim, saat menyebut tidak anak buahnya yang melakukan pengawalan terhadap Depe panggilan akrab Dewi Perssik. Pasalnya, pihak Depe saat itu meminta bantuan pengawalan secara lisan karena keadaan yang mendesak.

“Pak dirlantas juga nggak salah, karena dia cek secara formal. Formal itu secara tertulis minta pengawalan. Cuman ada juga secara lisan, kalau sudah kenal tinggal telepon-telepon, tapi seharusnya dilaporkan ke kepala pengawalan itu,” katanya.

Setelah memberitahu nama anggota Ditlantas yang melakukan pengawalan, Awan meminta agar membuka rekaman Closed Circuit Television (CCTV) sekitar lokasi untuk membuktikan kebenaran hal tersebut, sehingga pengakuan dirinya tidak terkesan mengada-ada.

Buntut dari keributan antara pihak Depe dan petugas Transjakarta berlanjut ke ranah hukum. Harry MS, petugas Transjakarta melaporkan pihak Depe dengan Pasal 335 KUHP tentang Ancaman Kekerasan, Pasal 212 KUHP tentang Melawan Petugas, dan Pasal 315 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Tak terima dipojokan, pemilik ‘Goyang Gergaji’ itu melaporkan balik Harry dengan Pasal pencemaran nama baik juncto Undang-undang ITE yaitu Pasal 45 juncto Pasal 27 dengan ancaman 6 tahun. (Yendhi/embun)