Thursday, 14 December 2017

Pura-pura Tertabrak, Mobil Dikendarai Wanita Dirampok

Kamis, 7 Desember 2017 — 22:20 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

DEPOK (Pos Kota) – Seorang ibu rumah tangga menjadi korban perampasan mobil di sekitar jembatan Grand Depok City (GDC), Jalan Boulevard, Pancoranmas, Kota Depok, Rabu (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ni Nyoman Cinta Triana (32), warga Cilodong, kehilangan mobil putih B 1940 EKZ saat dalam perjalanan pulang usai menjenguk temannya di RS Hermina Depok. Dengan modus berpura-pura ketabrak , mobil yang dikendarai oleh Triana langsung dibawa kabur pelaku.

Menurut Deddy Arfian Abu Ibra, suami korban, istrinya dikerumunin lima orang diduga pelaku dengan mengendarai empat motor. Pada saat kejadian istri hanya berdua bersama anak bungsunya dari tiga bersaudara masih balita.

“Saat itu istri yang mengendarai mobil, sedangkan anak saya yang bungsu sedang duduk dalam mobil. Sebelum kejadian istri baru jenguk temannya yang sakit di RS Hermina, dalam perjalanan pulang arah ke rumah,”ujarnya kepada Poskota, Kamis (7/12).

Setelah itu korban melintas di Jalan Boulevard tepatnya di jembatan GDC, ada dua orang berboncengan motor menyalip mobil korban lalu diduga berpura-pura tertabrak mobil dan terjatuh depan mobil.

“Sontak mobil yang dikendarai istri saya waktu itu melihat depan kendarannya ada motor terjatuh seperti tertabrak lalu langsung berhenti,”kata pria ini.

Berselang beberapa menit kemudian, lanjut Deddy, temen-temen pelaku lainya datang dengan mengendarai motor lalu mengerubungi mobil dan berpura-pura menolong rekannya.

“Penasaran terhadap pengendara motor yang jatuh, istri saya dengan mengendong anak turun dari mobil itu juga disuruh pelaku untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, mobil dibawa kabur sama salah seorang mereka. Lalu orang yang pura-pura ketabrak dan rekan lainnya pergi begitu saja. Jadi mereka semua itu, komplotan untuk rampas mobil kami. Pada saat itu kondisi dijembatan cukup sepi,” papar Deddy.

Mengetahui mobil buatan tahun 2014 yang dibeli cash tersebut telah hilang, Deddy menyebutkan ketika itu istri langsung shock.

“Karena masih dalam keadaan shock pada saat membuat laporan ke Polresta Depok masih belum bisa menceritakan kejadian ke polisi. Namun Rabu malamnya sekitar pukul 23.00 WIB setelah cukup tenang membuat laporan resminya di SPKT Polresta Depok,”bebernya.

Sewaktu membuat laporan, korban ditemani oleh kerabat. Hal tersebut untuk menjaga korban lantaran masih dalam keadaan shock.

“Saat akan membuat laporan resmi istri saya ditemani kerabat kami. Setelah itu baru akhirnya baru membuat laporan resminya.

Deddy menuturkan mobil Toyota Rush tahun 2014 itu dibelinya secara tunai dalam kondisi baru dan bukan secara kredit atau bahkan sedang digadai. Sehingga ia memastikan tidak mungkin pelaku adalah debt collector yang hendak menyita mobilnya.”Mereka pasti komplotan untuk rampas mobil kami,” kata Deddy.

Sementara itu Deddy menambahkan mobilnya dilengkapi dengan sistem GPS, yang diharapkan dari sana polisi bisa melacak keberadaan mobilnya dan membekuk pelaku.

Ia mengatakan di dalam mobil juga terdapat HP istrinya yang turut dibawa kabur pelaku. “Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini dan mobil kami kembali,” ucap Deddy.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Korban sudah laporan Rabu malam. Secara bersamaan penyidik semalam juga masih mengumpulkan data-data karena sebagian surat kendaraan hilang,”tutupnya. (Angga)