Wednesday, 13 December 2017

Surat Setya Novanto untuk Jokowi Beredar

Kamis, 7 Desember 2017 — 19:36 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Presiden Jokowi dalam Munas Golkar, Juli 2016. (timyadi)

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Presiden Jokowi dalam Munas Golkar, Juli 2016. (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – “Saya mohon perhatian Bapak Presiden, sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang”.

Surat dengan paraf di atas nama Setya Novanto tertanggal (Selasa) 5 Desember 2017 ditujukan kepada Presiden Joko Widodo itu beredar di kalangan wartawan.

Satu dari ke-4 kondisi dan keadaan, menurut surat itu, ketua umum Partai Golkar sekaligus ketua DPR RI periode 2014-2019 itu mengungkapkan keterkaitan kasus yang dialaminya dengan situasi politik yang memanas terkait pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif-Presiden (Pilleg-Pilpres) pada 2019.

Diawali doa dan harapan kesehatan Presiden Jokowi, surat Setya Novanto menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung Jokowi menjabat Presiden RI periode 2019-2024 adalah keputusan sah dalam forum resmi. Juga, diklaim bahwa dukungan semua program pemerintah pusat oleh DPR RI merupakan hasil kerjanya.

surat

Namun begitu, katanya, ada segelintir pihak tertentu yang tidak menghendaki cerita sukses tersebut. Setya Novanto, bahkan, mengakui kriminalisasi dirinya merupakan dampak negative dukungannya kepada kinerja Presiden Jokowi.

“Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang. Kasus ini (e-KTP) terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK,” ujarnya, sesuai penggambaran ke-3 kondisi & situasi yang dialami dalam tulisannya. (rinaldi)