Sunday, 17 December 2017

Walikota Risma dan Pangkal Pinang Dapat Penghargaan Dari Apeksi, Apkasi dan KIN

Kamis, 7 Desember 2017 — 9:54 WIB
Sejumlah walikota dan bupati di  Indonesia mendapatkan Penganugerahan Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017. (adji)

Sejumlah walikota dan bupati di Indonesia mendapatkan Penganugerahan Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017. (adji)

JAKARTA (Pos Kota) – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kellog Innovation Network (KIN) ASEAN memberikan penghargaan kepada sejumlah walikota dan bupati Indonesia di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Penganugerahan Walikota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017 tersebut diberikan atas inovasi para kepala daerah tersebut dalam bidang kesehatan, pendidikan, kemiskinan, pariwisata, perdagangan, serta investasi. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Anselmus Tan.

“Ini perlu dipublikasikan karena selama ini image kepala daerah itu terkait OTT (operasi tangkap tangan). Padahal di balik itu semua banyak kepala daerah yang inovatif,” kata Anselmus setelah menyerahkan penghargaan.

Pemberian penghargaan ini untuk mengapresiasi kepala daerah yang kreatif, inovatif, dan entrepreneur. Proses penilaiannya dimulai dari sosialisasi kepada anggota Apeksi dan Apkasi, pengisian angket, hingga penilaian aspek-aspek kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan oleh tim juri yang terdiri dari KIN ASEAN.

Di antarannya Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjadi peraih penghargaan terbanyak, dengan lima penghargaan, yaitu di bidang kemiskinan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan investasi. Walikota Pangkal Pinang dengan penghargaan bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Kami mengapresiasi perangkat daerah Pangkal Pinang yang terus bekerja lebih baik di tahun 2017,” kata Wali Kota Pangkal Pinang Muhammad Irwansyah setelah menerima penghargaan.

Irwansyah membeberkan kesuksesannya dari sisi dari sisi kesehatan, sejak dilantik 14 November 2013 pihaknya membangun suatu konsep Green Hospital (Rumah Sakit Ramah Lingkungan) pertama di Indonesia.

“Alhamdulillah, pada tanggal 5 Desember 2017 ini pembangunan Rumah Sakit Green Hospital pertama senilai Rp 200 miliar sudah selesai dibangun. Kami konsen ke medical tourism, selain bangka belitung menciptakan 10 destinasi yang Presiden tetapkan menjadi kawasan wisata baru kami menerapkan medical tourism pertama di Indonesia,” ucap Irwansyah.

“Tentunya dengan koneksi dengan smart city kami akan konsen melakukan teknologi yang berhubungan dengan kesehatan, baik dari sisi administrasinya, pelayanannya dan lain lain. Kami terus berbenah dan akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan multinasional,” tambahnya.

Selain itu untuk penghargaan tingkat kabupaten paling banyak diraih oleh Kabupaten Malang, dengan dua penghargaan, yaitu di bidang kesehatan dan pariwisata. Selain Malang, ada Pemkab Trenggalek, yang meraih penghargaan di bidang kemiskinan. Kemudian Pemkab Deli Serdang, Gowa, Karanganyar, dan Kudus meraih penghargaan di bidang pendidikan. Penghargaan di bidang kesehatan diraih oleh Situbondo, Tulungagung, dan Pakpak Bharat.

(adji/sir)