Tuesday, 24 April 2018

Fredrich Yunadi Juga Mundur dari Tim Kuasa Hukum Novanto

Jumat, 8 Desember 2017 — 14:24 WIB
Fredrich Yunadi.(yulian)

Fredrich Yunadi.(yulian)

JAKARTA (Pos Kota) – Selain Otto Hasibuan, pengacara Fredrich Yunadi juga ikut mundur meninggalkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) yang kurang dari sepekan lagi akan menghadapi dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta terkait perkara korupsi KTP-El.

Fredrich mengaku sudah menyampaikan secara langsung kepada Setnov mengenai keputusannya mundur sebagai kuasa hukum Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu.

“Sudah-sudah. Secara lisan kemarin (Kamis) sudah beritahukan (kepada Novanto),” kata Fredrich saat dikonfirmasi, Jumat (8/12/2017).

(BacaOtto Mundur dari Tim Pengacara Novanto, Ini Penjelasannya)

Menurut Fredrich, keputusannya itu ia sampaikan secara lisan ketika membesuk Setnov di Rutan KPK bersama Otto kemarin. Sehingga ia dan Otto tidak akan lagi membela Setnov dalam perkara korupsi proyek KTP-el.

Ia menyebut, untuk selanjutnya, Setnov hanya akan didampingi oleh pengacara Maqdir Ismail yang baru mendapat kuasa beberapa hari sebelum berkas perkaranya lengkap atau P21.

“Untuk kasus yang disidik KPK di tangan rekan Maqdir, saya dan rekan Otto mengundurkan diri. Saya mundur bersama dengan Rekan Otto,” katanya, melalui pesan singkat.

‎Keputusan ini tentunya cukup mengejutkan mengingat Fredrich cukup lama mendampingi Novanto dalam menghadapi proses hukum kasus korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

Bahkan, Fredrich dikenal vokal membela Novanto hingga tak jarang pernyataan dan tindakannya menimbulkan kontroversi. Apalagi, Novanto bakal menghadapi sidang perdana perkara dugaan korupsi proyek KTP-el dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu (13/12/2017) mendatang.

Saat ditanya alasannya mundur sebagai kuasa hukum Setnov, Fredrich enggan berterus terang. Ia hanya menjawab singkat dengan memberikan isyarat seolah ada ketidakcocokan dengan pengacara yang saat ini masih bertahan membela Novanto.  “Satu kapal tidak mungkin dua kapten,” ujarnya, berulang-ulang.

Sebelumnya, Novanto juga ditinggal Otto Hasibuan. Mantan Ketua Umum Peradi itu telah menyampaikan surat secara resmi pengunduran ‎dirinya kepada Novanto dan penyidik KPK.

Otto mengaku ada hal yang tak disepakati bersama dengan Setnov dalam penanganan kasus korupsi KTP-el. (julian/win)