Wednesday, 13 December 2017

Jauh Panggang dari Api

Jumat, 8 Desember 2017 — 5:26 WIB
suap

‘YANG masih suka suap, suka pungli, suka gratifikasi, dilarang masuk kawasan ini! Kawasan bebas korupsi. Kejujuran awal pemberantasan Korupsi. No Korupsi No Gratifikasi. Membangun wilayah bebas dari korupsi (WBK)’.

Paham semua, apa maksud dari tulisan tersebut ya? Kalau nggak paham, kebangetan deh. Itu tulisan, banyak terpampang di depan pintu masuk gedung peradilan, dan lembaga pelayanan masyarakt lainnya, yang sangat mungkin untuk bermain kongkalikong.

Maka, lembaga mengingatkan bahwa kalau mau mengurus sesuatu atau berperkara seharusnya lupakan saja untuk main curang dengan sogok menyogok petugas. Ya, kalau itu pengadilan, tak perlu menyogok hakim atau panitera. Kalau departemen jangan sogok dirjen atau pegawai yang pegang Proyek, dst.

Seharusnya, mereka markus, mafia kasus dan mafia peradilan yang suka kasak kusuk di gedung pengadilan, langsung saja mundur.Kalau ada niat mau menyogok, balik kanan deh, urungkan niat. Jangan teruskan.

Tapi, ada nggak ya yang begitu? Maksudnya ada yang malu? Nggak tahu deh, karena buktinya itu soal sogok menyogok, suap-menyuap, masih terus terjadi. Petugas KPK menangkap basah para oknum penyogok hampir setiap saat.

Bagi manusia yang masih punya hati, punya rasa malu, tahu soal dosa, bahwa sogok, suap itu nggak benar, pasti sudah siap-siap menghindar.

Tapi, buat yang serakah, tamak, nggak peduli ada seribu tulisan peringatan. Buktinya, banyak contoh kasus korupsi nggak ada habisnya.

Mereka nggak bisa mengambil nasihat dari peristiwa sebelumnya. Seperti memarahi anak kecil, ’Jangan, Nak!’ Eh, malah dilakukan. Payah!

Kalau begitu kasihan dong, yang sudah punya ide membuat segala macam peringatan, kalau nggak digubris? Impian untuk mewujudkan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) , sepertinya ‘jauh panggang dari api’ – massoes