Monday, 16 July 2018

Keresahan Sekjen PBB Pasca Pengumuman Trump Tentang Yerusalem

Jumat, 8 Desember 2017 — 10:03 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres.(reuters)

Sekjen PBB Antonio Guterres.(reuters)

AMERIKA SERIKAT – Sekretaris Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengungkapkan kekhawatirannya dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya mengkritik setiap tindakan unilateral yang bisa membahayakan prospek perdamaian untuk Israel dan Palestina,” ujar Guterres hanya beberapa menit setelah Trump berpidato seperti dilansir Reuters. “Saya ingin menegaskan bahwa tidak ada alternatif terhadap solusi dua negara (Israel dan Palestina). Tidak ada rencana B.”

Seperti diketahui, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan status Kota Yerusalem sebagai ibukota dari Israel dalam pidato di Gedung Putih, 6 Desember 2017 waktu setempat.

Dalam pidatonya, Trump meminta semua pihak bersikap tenang, dan ia mengatakan siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel.

Menyusul pengakuannya bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel, Trump juga menyebut akan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. (embun)