Saturday, 20 October 2018

Usai Shalat Jumat, Ribuan Warga Tunisia Gelar Unjuk Rasa Protes Keputusan Trump

Jumat, 8 Desember 2017 — 11:54 WIB
Warga Tunisia membakar bendera Amerika Serikat sebagai protes keputusan status kota Yerusalem. (reuters)

Warga Tunisia membakar bendera Amerika Serikat sebagai protes keputusan status kota Yerusalem. (reuters)

TUNISIA – Ribuan warga Tunisia melakukan unjuk rasa di sejumlah kota, untuk memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memutuskan jika Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Aksi demonstrasi yang lebih besar juga akan digelar sejumlah serikat buruh dan kelompok masyarakata di Tunisia, kota-kota lain di negara Afrika Utara ini seusai salat Jumat, 8 Desember 2017 waktu setempat.

“Aksi unjuk rasa yang digelar pada Kamis kemarin berlangsung damai dengan ratusan pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Tunis sambil melambaikan bendera Palestina dan spanduk,” ujar sumber seperti dilansir Reuters, Jumat, 8 Desember 2017.

Pengunjuk rasa terlihat membakar bendera AS, dan lainnya menginjak-injak bendera Israel.  Reuters menyebutkan, Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, telah mengirimkan surat kecaman kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, atas keputusan AS yang menyebut status Kota Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dilaporkan sedikitnya 31 warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel saat mereka menggelar aksi protes di kawasan pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pengumuman yang dilakukan Trump, memancing gejolak di kota-kota Palestina. Ribuan warga Palestina berunjuk rasa di kota-kota Hebron dan Al-Bireh, dengan meneriakkan slogan,”Yerusalem adalah ibukota Palestina.”

Sedangkan di Jalur Gaza, belasan pengunjuk rasa berkumpul di dekat pagar pembatas dengan wilayah Israel. Mereka melempari pasukan Israel dengan batu. Akibatnya, tujuh warga Palestina dilaporkan terkena tembakan peluru tajam pasukan Israel, salah satunya dilaporkan dalam keadaan kritis. (embun)