Wednesday, 18 September 2019

MUI Sesalkan Sekelompok Orang Tolak Ustad Abdul Somad Dakwah di Bali

Sabtu, 9 Desember 2017 — 12:34 WIB
Ustad Abdul Somad akan hadir di Masjid Al Azhom Kota Tangerang. (ist)

Ustad Abdul Somad akan hadir di Masjid Al Azhom Kota Tangerang. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – MUI (Majelis Ulama Indonesia) sangat menyesalkan tindakan sekelompok orang yang menolak kehadiran Ustad Abdul Shomad yang sedang menjalankan tugas dakwah di Bali.

“Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi jika kita mengedepankan semangat musyawarah, persaudaraan dan toleransi. Apa pun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Seperti diketahui dari pemberitaan media tokoh agama dan juga penceramah kondang Ustad Abdul Somad sempat didemo dan ditolak kehadirannya di Bali oleh sekitar seratus orang yang mengatasnamakan Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas setempat. Namun setelah itu,  Abdul Somad dibolehkan melanjutkan kegiatan ceramah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Kodam Udayana.

Menurut Zainut, di negara yang berdasarkan Pancasila setiap warga negara diberikan jaminan perlindungan hak asasi oleh negara dalam melaksanakan kewajiban agamanya sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

“Kami khawatir hal tersebut menjadi preseden yang kurang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” kata Zainut.

Untuk hal tersebut, lanjut Zainut, MUI mengimbau kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat untuk segera mengumpulkan para pemuka agama melalui forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak timbul kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, kata dia MUI juga mengimbau kepada masyarakat luas utamanya umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang bernada SARA dan mengadu domba antarumat beragama.

“MUI mengajak kepada semua pemimpin umat beragama untuk bergandengan tangan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila agar Negara Indonesia selamat dar ujian, cobaan dan berbagai macamancaman perpecahan,” terang Zainut.

(johara/sir)