Monday, 16 July 2018

Tahun Baru Kerjaan Baru

Sabtu, 9 Desember 2017 — 5:11 WIB
adjis

Oleh S. Saiful Rahim

“TAMPAKNYA tahun baru bakal banyak kerjaan baru di Jakarta, ya?” kata orang yang berpakaian necis setelah memberi salam di ambang pintu warung kopi Mas Wargo.

“Asal bukan gaya lama dari pemimpin baru saja,” Dul Karung yang masuk beriringan dengan orang itu menanggapi dari belakang.

“Apa maksudmu dengan kalimat ‘gaya lama dari pemimpin baru’ itu Dul?” tanggap orang yang duduk dekat pintu masuk seraya bergeser memberi tempat orang yang berpakaian necis dan Dul Karung duduk.

“Ah, kita kan tahu, kalau ada pemimpin baru di suatu instansi, yang pertama beliau lakukan adalah mengganti rencana atau program lama dengan yang baru. Itu yang aku namakan gaya lama pemimpin baru,” jelas Dul Karung seraya mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Kau bicara tentang siapa sih sebenarnya, Dul? Tentang Gubernur DKI Jakarta yang baru, ya? Aku tidak bicara tentang siapa, lho. Tapi tentang apa. Aku bicara kemungkinan ada banyak pekerjaan di Jakarta mulai tahun depan.

“Kau lihat misalnya, untuk menyambut Asian Games waduk Ria Rio di Pedongkelan akan dijadikan taman lagi,” ujar orang yang berpakaian necis yang merasa perlu memperjelas arah bicaranya karena dia merasa omongan Dul Karung lain arah dengan apa yang menjadi tujuan omongannya.

“Apa ada cabang olahraga Asian Games yang akan diperlombakan di sana nanti?” tanya orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang.

“Tidak sih. Tapi Ria Rio kan dekat gelanggang pacuan kuda Pulo Mas. Siapa tahu ada penonton atau joki yang ingin rekreasi. Mereka bisa ke Ria Rio.

“Selain itu akan ada penataan angkutan kota atau mikrolet, dalam hubungan pemberlakuan sistem OK-OTrip. Dan yang telah menjadi pembicaraan orang ramai adalah akan ada penataan Pasar Tanah Abang. Nah, semua itu adalah kerja, kerja, dan kerja. Sejalan dengan nama Kabinet Pak Jokowi,” kata orang necis itu dengan yakin dan bangga.

“Tentang pembenahan Pasar Tanah Abang, kabarnya perusahaan kereta api yang ingin diajak kerjasama Pemprov DKI Jakarta sudah jalan duluan. Sementara Wagub DKI baru langak-longok, pihak kereta api sudah punya rencana kongkret. Mereka bukan cuma mau membangun stasiun modern, tapi juga beberapa gedung bertingkat untuk perkantoran, tempat tinggal, tempat parkir, bahkan areal khusus pedagang kakilima,” sela orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang.

“Kalian tahu sudah berminggu-minggu, bahkan sudah berbulan-bulan, pihak Pemprov DKI Jakarta menurunkan Paspol PP ke Jl Jatibaru, tepat di depan Stasiun Tanah Abang yang paling kusut. Apa yang mereka perbuat? Duduk-duduk sambil minum di tenda yang mereka dirikan. Di depan tenda mereka ojek motor mangkal, mikrolet arah ke Kota dan Roxy ngetem dengan tenang. Asyiiiiik,” kata Dul Karung sambil pergi meninggalkan warung kopi begitu saja. (syahsr@gmail.com )*