Monday, 12 November 2018

DPR Minta BK-DPD Pecat Senator Bali Persekusi Ustad Abdul Somad

Selasa, 12 Desember 2017 — 17:03 WIB
Ustad Abdul Somad. (ist)

Ustad Abdul Somad. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengusiran Ustadz Abdul Somad berbuntut desakan pemecatan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), AW, oleh anggota DPR RI, Lukman Edy.

“Hari ini (Selasa 12/12), kami masukkan laporan ke BK (Badan Kehormatan) DPD tentang (dugaan) persekusi yang dilakukan oleh anggota DPD asal Bali, AW terhadap Ustad Abdul Somad,” ujarnya di Senayan, Selasa (12/12/2017).

“Karena sudah ada beberapa kali kejadian sebelumnya, dan dia sudah diperingatkan, saya minta (AW) diberhentikan.”

(Baca: MUI Sesalkan Sekelompok Orang Tolak Ustad Abdul Somad Dakwah di Bali)

Bagi wakil rakyat dapil Riau itu, pelaporan ke institusi DPD RI lantaran masih menghormati status AW sebagai senator Bali dan permintaan pemecatan itu dikarenakan kejadian serupa sudah kesekian kali.

“Beliau (Ustad Abdul Somad) itu sosok yang kami hormati. Tetapi diperlakukan seperti itu (fitnah & persekusi) seperti itu tentu kami tidak terima,” ujar wakil ketua Komisi II DPR asal Fraksi PKB itu.

Hal senada diungkap wakil ketua DPR, Fadli Zon. Ia menyesalkan persekusi atas Ustad Abdul Somad efek hoax & fitnah media sosial yang menyebut anti-Pancasila & anti-kebhinnekaan. “Jadi, masyarakat perlu klarifikasi berita-berita sosial media yang dipenuhi hoax & fitnah,” ujar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

“Kasus ini perlu diselesaikan cepat agar tidak meluas pada Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Ustad Abdul Somad yang diundang berdakwah kepada umat Islam di Bali ditolak sekelompok orang mengatasnamakan masyarakat Bali, termasuk akun atasnama @dr.aryaerdakma dengan cuitan di antaranya: …Kami ingin meluruskan bahwa masyarakat Bali sama sekali TIDAK PERNAH menolak kegiatan agama apapun termasuk kegiatan dakwah di masjid masjid, namun masyarakat Bali yg mayoritas beragama Hindu juga memiliki pendapat yang harus diperhatikan oleh semua pihak baik pemerintah, aparat keamanan dan juga tokoh agama (poskotanews.com, 9/12/2017).

Kendati berdakwah kepada umat Islam dengan kawalan ketat PWNU, MUI, GNPF, dan aparat keamanan, Ustad Abdul Somad mengaku menolak menandatangani Surat Pernyataan bukan anti-kebhinnekaan.

“Ngapain saya tandatangan. Saya ini bukan pemberontak, bukan terdaftar ormas terlarang, juga saya lulus soal Pancasila ratusan jam kok,” ujarnya dalam bantahan di sosial media itu.

(rinaldi/sir)