Wednesday, 26 September 2018

Maestro Tenis Meja Berjuang Lewat Parpol

Selasa, 12 Desember 2017 — 1:13 WIB
Anton Suseno

Anton Suseno

NAMA Anton Suseno pada era 1990-an, siapa tidak kenal. Dia adalah sang maestro tenis meja yang kini telah jadi legenda. Ia kali itu tak hanya terkenal di dalam negeri, tapi laki-laki kelahiran Indramayu, Jawa Barat, 15 Desember 1971 ini cukup terkenal di luar negeri baik Asia Tenggara, Asia, juga Eropa.

Bahkan di Eropa namanya sangat kesohor karena dia adalah petenis meja pertama Indonesia yang dikontrak oleh klub Swedia untuk berlaga di kompetisi klub di Eropa.

Anton sekarang aktif sebagai konsultan pelatih tenis meja dan menjabat wakil ketua umum PB PTMSI. “Hidupku tak mungkin dipisahkan dengan dunia tenis meja yang telah membesarkan namaku. Kemana pun aku pergi, tenis meja selalu melekat karena memang masyarakat banyak mengenalku sebagai atlet tenis meja. Tapi aku bangga dengan semua itu,” kata Anton ditemui beberapa waktu lalu.

Lelaki yang cukup humoris dan supel ini sempat juga berkecimpung dalam organisasi terkait atlet-atlet yang pernah mengikuti Olimpiade. Wajarlah, ia pun pernah jadi wakil Indonesia di ajang Olimpiade sehingga dia masuk deret para olympian.

Namun di luar jalur olahraga, kata Anton, dirinya kini terjun di partai politik dengan menjadi salah satu pendiri Partai Republikan Nusantara (PRN). “Saya ini tipe orang yang ingin terus mengabdi kepada nusa dan bangsa. Terjun di politik ini jga sebuah pengabdian, untuk merubah bangsa ke arah yang lebih sejahtera,” jelas Anton.

SANGAT BANYAK

Menurut Anton, dirinya unik mendirikan PRN karena hanya partai politik ini yang di Indonesia dimana jumlah pendirinya sungguh sangat banyaknya, yakni 1945 orang.

“Partai ini pendirinya berjumlah 1945 orang. Dari pendiri yang sangat banyak dan tersebar di 33 provinsi ini, kita ingin berjuang untuk memajukan Indonesia dalam segala hal. Musuh kita bukan partai politik, bukan SARA (Suka, Agama, Ras dan Antar Golongan-red). Musuh kita hanya satu, yakni KEMISKINAN,” ucap Anton yang didaulat jadi Sekjen di PRN ini.

Ditambahkan Anton, kemiskinan yang jadi musuh bersama itu harus bisa dituntaskan oleh semua elemen yang ada di bangsa ini. “Jika kemiskinan itu dapat kita taklukkan, maka bangsa ini akan aman dan sejahtera. Dan PRN akan sangat konsen untuk melawan kemiskinan yang menjadi musuh bersama tersebut,” terang Anton.

Di mata Anton, bentrokan juga kerusuhan di beberapa daerah pasca refomasi terjadi karena muncul akibat kemiskinan. Oleh karena itu, jika ke depan partainya PRN mampu melibas musuh bersama kemiskinan, dirinya yakin kerusuhan atau bentrok antara massa di daerah tak mungkin akan terjadi lagi. (prihandoko/bu)