Thursday, 17 January 2019

Bahan Makanan dan Kosmetik Ilegal Disita dari Gudang di Kapuk Muara

Rabu, 13 Desember 2017 — 20:35 WIB
Anggota BPOM RI memeriksa produk pangan dan kosmetik import ilegal di Komplek Ruko Perkantoran Duta Harapan Indah, Penjaringan, Jakarta Utara. (ilham)

Anggota BPOM RI memeriksa produk pangan dan kosmetik import ilegal di Komplek Ruko Perkantoran Duta Harapan Indah, Penjaringan, Jakarta Utara. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 45 jenis bahan pangan beku maupun olahan serta satu jenis kosmetik impor tanpa ijin diamankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Polda Metro jaya di Komplek Perkantoran Duta Harapan Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Ratusan produk bahan pangan dan kosmetik ilegal tersebut masuk lewat jalur laut dan udara kemudian disimpan di gudang PT Mustika Boga Foodnindo. Selain menyita produk ilegal, petugas juga mengamankan pemilik gudang Steven. Razia tersebut dalam rangka pengawasan dan penindakan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Untuk bahan pangan yang ditemukan baik olahan, beku, maupun segar beku semuanya tidak memiliki ijin. Sedangkan untuk kosmetik yang ditemukan telah dicabut ijin edarnya karena tidak memenuhi standar,” kata Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, Rabu (13/12)

Dikatakan akibat impor ilegal tersebut negara dirugikan sebesar Rp 1,1 miliar untuk produk pangan dan Rp 600 juta untuk produk kosmetik. Di lokasi gudang tersebut selain menjadi tempat penyimpanan juga tempat pengemasan ulang produk dalam kemasan lebih kecil untuk didistribusikan ke pelanggan restoran maupun hotel.

Pemilik gudang Steven mengaku barang-barang tersebut dari Tiongkok dan Jepang didatangkan dari Singapura melalui pelabuhan di Dumai, kemudian diangkut menggunakan truk ke Jakarta. “Produk sengaja saya kemas ulang supaya cepat laku di konsumen. Saya mendapatkan keuntungan sedikitnya 10% dari omset penjualan,” katanya.

Beberapa bahan pangan yang ditemukan diantaranya: nugget, sake, mayonaise, jahe iris, bumbu dapur instan (siap saji), minyak goreng, arak, spaghetti, bumbu kimchi, bumbu kaldu, kecap, saus. Sedangkan untuk kosmetik merupakan barang titipan dari seseorang.

Terkait kasus tersebut, BPOM RI menyerahkan penyidik ke Polda Metro Jaya. Ayas perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 139, 142, dan 143 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun. (ilham)