Saturday, 20 January 2018

Mudahkan Sinergi

Puluhan IKM Komponen Otomotif Dijodohkan Dengan Agen Pemegang Merek

Rabu, 13 Desember 2017 — 14:17 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Gati Wibawaningsih mendengarkan penjelasan dari pelaklu IKM saat meninjau stand IKM komponen otomotif di Kementerian Perindustrian, Jakarta 11 Desember 2017.(Ist)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Gati Wibawaningsih mendengarkan penjelasan dari pelaklu IKM saat meninjau stand IKM komponen otomotif di Kementerian Perindustrian, Jakarta 11 Desember 2017.(Ist)

TUJUH puluh  industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif dari sejumlah sentra di Pulau Jawa, dipertemukan dengan  30 pemasok Agen Pemegang Merek (APM) oleh Kementerian Perindustrian.

Upaya ini bertujuan agar IKM dan industri besar bisa saling bersinergi sehingga menguntungkan kedua belah pihak.

“Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainya sehingga lebih berdaya saing,”kata Menteri Perindustrian Airlangga HartartopadaacaraLink and Match IKM Komponen Otomotif dengan Supplier APM di Kemenperin, Jakarta, awal pekan ini, Senin (11/12/2017).

Perkembangan industri otomotif di Indonesia saat ini, lanjutnya,  berada pada angka positif. Hal ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk kendaraan roda empat, di mana penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2017 mencapai 715.291 unit.

Capaian ini meningkat sebesar 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 690.200 unit.

Selain itu,  menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit atau relatif stabil dengan tahun sebelumnya.

“Strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM yang mandiri,” tegas Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, saat ini terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Kab. Klaten, Kab. Purbalingga, Kab. Sidoarjo, Kab. Juwana, Kab. Pasuruan, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Selanjutnya, sekitar 123 IKM tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM komponen otomotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen otomotif akan mendorong pula pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan kemauan yang kuat dari semua pihak dan stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong IKM yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” imbuhnya.

Ke-70 IKM komponen otomotif yang ikut serta dalam kegiatan link and match ini berasal dari sentra-sentra IKM logam di Kabupaten Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pasuruan, Jabodetabek serta IKM yang tergabung dalam PIKKO dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Sedangkan pemasok APM yang diundang dalam acara ini, antara lain PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Honda Motor yang jugadpadadkegiatandtersebut memperlihatkan produk-produk komponen otomotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM.(Tri)