Sunday, 24 June 2018

Ricuh di Lorong Ganti, Pep Guardiola Akhirnya Minta Maaf

Rabu, 13 Desember 2017 — 8:07 WIB
Pep Guardiola dan Jose Mourinho berpelukan usai laga MU melawan Manchester City (reuters)

Pep Guardiola dan Jose Mourinho berpelukan usai laga MU melawan Manchester City (reuters)

INGGRIS- Pasca-ricuh di lorong ruang ganti Stadion Old Trafford antara pemain dan staf Mancheser City dengan pemain Manchester United dan staf belum juga reda terutama perang kata-kata di antara kedua kubu.

Baik pihak Manc City maupun MU saling mencari pembenaran atas kejadian tersebut sementara Federasi Sepak Bola Inggris (FA) belum juga bersikap.

Rupanya menyadari jika ini terus berlanjut tidak menjadi baik terutama kepada Manchester City, maka Pep Guardiola ingin mengakhiri masalahg tersebut dengan cara dia meminta maaf kepada Manchester United jika klub Jose Mourinho merasa terganggu oleh selebrasi tim menyusul kemenangan 2-1 Manchester City di laga derbi.

Memang bisa jadi jika soal keributan massal di lorong ruang ganti itu berlanjut akan mengurangi kosentrasi permainan The Citizen. Apalagi mereka akan menghadapi Swansea City, Kamis dinihari nanti.

Seperti diketahui hingga laga ke-15 tinggal Manchester City yang belum pernah merasakan kekalahan di Liga Inggris. Untuk itu semua tim ingin mengalahkan kandidat juara musim ini. Bahkan Man City bisa jadi bakal jadi ‘musuh bersama’ semua peserta Liga Inggris. Tentu siapa yang bisa pertama mengalahkan anak asuh Pep Guardiola itu akan menjadi prestasi tersendiri musim ini.

“Jika kami tidak benar, maka saya meminta maaf kepada seluruh tim Manchester United – niat kami tidak seperti itu,” ujar Guardiola dalam konferensi pers.

“Ada selebrasi di ruang ganti. Jika orang tidak dapat memahami itu, maka saya minta maaf.

“Kami memenangi derbi – jika kami mengganggu United – tidak hanya satu pemain, tidak hanya Jose [Mourinho] – tapi seluruh Manchester United, maka saya minta maaf.

“Kadang United membuat banyak selebrasi di masa lalu. Semua manajer kadang merayakannya dan kadang berlebihan. Kami harus menikmati momen ini.” (B)