Friday, 20 September 2019

Senator Bali Akui Cuitannya Meredam Persekusi Ustad Abdul Somad

Rabu, 13 Desember 2017 — 15:13 WIB
Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta,

Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta,

JAKARTA (Pos Kota) – Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), gerah dilaporkan wakil ketua Komisi II DPR, Lukman Edy, ke Badan Kehormatan (BK DPD) terkait dugaan memprovokasi aksi persekusi & fitnah terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) saat berdakwah kepada umat Islam di Bali.

“Saya menghormati proses yang telah berjalan, Dan akan kita hadapi walaupun sesungguhnya tidak ada bukti-bukti keterkaitan saya dengan aksi persekusi yang ada di Bali,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan dari Bali, Rabu (13/12/2017).

“Sama sekali tidak ada bukti saya menolak ustadz (Abdul Somad) dan menghasut masyarakat. Nah jadi tidak apa-apa, tetapi akan kita hadapi kalau masuk ke proses hukum.”

Karenanya ia mengaku heran atas pengaduan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Riau bahwa dirinya diposisikan di balik persekusi yang dialami UAS oleh lima Organisasi Massa (Ormas) antara lain Sandi Murti, Laskar Bali, Banaspati, dan Komponen Rakyat Bali (KRB). Puncaknya ketika Komponen Rakyat Bali (KRB) pada Jumat (8/12) mendatangi Hotel Aston tempat Ustad Abdul Somad menginap dan menolak safari dakwah UAS kecuali UAS menandatangani Ikrar Kebangsaan.

“Pernyataan-pernyataan saya terkait aksi persekusi di media sosial pada 1-3 Desember itu justru untuk meredam kemungkinan potensi konflik,” ujarnya seraya mengaku siap mengklarifikasi semua keterlibatannya.”Kalau dibaca baik-baik, masalah penolakan UAS ini sudah dilakukan oleh ormas lain sebelum pernyataan saya.”

Kendati demikian, Arya Wedakarna menganalisa aduan itu terkait kutipannya di media sosial tentang pandangan adanya gerakan berbahaya yang mengancam NKRI.

“Di medsos saya tidak satupun menyebut nama, atau satu pihak manapun. Mungkin karena saya ini pendukung Presiden Jokowi, semua kebijakan mengenai pemerintah yang digaungkan pemerintah saya sikapi seperti HTI, kebangkitan PKI, dan lainnya. Bahwa semua harus waspada terhadap kelompok yang anti Pancasila,” katanya.

(rinaldi/sir).