Sunday, 23 September 2018

Ditinggal jadi TKI 14 Bulan Kok Istri Punya Anak Lagi?

Kamis, 14 Desember 2017 — 7:13 WIB
ilustrasi

ilustrasi

SUNGGUH bingung Wasini, 28, bagaimana harus mempertanggungjawabkan. Di kala suami sudah 14 bulan jadi TKI Malaysia, kok dirinya punya anak lagi? Saham dari mana pula? Ketimbang stress berkepanjangan, bayi yang baru lahir itu dibuang saja di pinggir kali, sampai tewas kedinginan. Wasini pun jadi urusan polisi.

Cerita ini sangat klasik, yakni kisah kesepian istri jauh dari suami yang lama jadi TKI di manca negara. Bayangkan, di kala suami jadi tenaga kerja luar negeri, bini tak lagi dapat pasokan “tenaga kuda”. Padahal sebagai keluarga muda, wanita tak hanya cukup terima kiriman uang dari negeri jiran. Materil perlu, tapi onderdil juga lebih perlu.

Wasini warga Kedungadem Kabupaten Tuban, sudah hampir 14 bulan lamanya ditinggal pergi suami jadi TKI di Malaysia. Biasa, dia merantau demi mengubah nasib keluarga, agar mangan cukup nyandang wutuh. Padahal sebetulnya, tidak selamanya pakaian utuh dan bersih itu tanda ekonomi mapan. Lihat tuh artis Syahrini, meski jeansnya compang camping banyak yang robek, duitnya bejibun belum sempat ngguntingi.

Memang, sejak suami jadi TKI ekonominya mulai bangkit. Dia kini tak pernah ngebon lagi di warung. Kredit panci juga tidak pernah. Bahkan Wasini mulai bisa menabung, termasuk membetuli rumah warisan orangtua.

Tapi ya itu tadi, jauh dari suami sungguh membuatnya kesepian. Dia pun lalu terpikat pada lelaki lain, yang mampu memberikan kehangatan malam. Bersama PIL-nya Wasini sudak memadu kasih dengan segala fariasinya. Soal suami yang di luar negeri, untuk sementara terlupakan sudah. “Paling di sana dia juga punya gebedan baru,” kata Wasini mencari pembenaran.

Nggak tahunya, dampak dari kegiatan mencari kehangatan malam itu sangat mengerikan. Jika hanya diangetin pakai kompor atau bediang di dapur, itu masih aman. Tapi kehangatan malam itu kan berupa hubungan intim bak suami istri. Ibarat balon, tentu saja melendung juga wong dipompa terus.

Dan itulah yang terjadi. Tahu-tahu Wasini hamil, sedangkan si cowok tidak mau tanggungjawab. Sebulan dua bulan dia masih bisa menetralisir kehamilan itu. Tapi lama-lama perut makin gede juga. Maka ketika suami memberi kabar hendak pulang, tambah bingung Wasini bagaimana harus mengantisipasi.

Saking bingungnya, begitu bayi lahir langsung saja dibuang di pinggir kali hingga mati kedinginan. Untung warga berhasil mengamankan mayat bayi itu, karena hampir saja digondol luwak. Berdasarkan penyelidikan polisi, kecurigaan mengarah pada Wasini sebagai pelaku sekaligus pemilik bayi itu.

Wasini kemudian ditangkap ketika sedang menyusul suami yang pulang ke kampungnya di Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Dalam pemeriksaan dia mengaku bingung bagaimana harus mempertanggungjawabkan bayi itu. “Ketimbang pusing, ya sudah saya buang saja.” Kata Wasini.

Buang anak kucing saja banyak yang nggak tega. Biadab. (JPNN/Gunarso TS)