Saturday, 17 November 2018

Gagal Lindungi Rohingya, Dublin Copot Penghargaan Aung San Suu Kyi

Kamis, 14 Desember 2017 — 10:47 WIB
Aung San Suu kyi. (reuters)

Aung San Suu kyi. (reuters)

MYANMAR – Anggota Dewan Kota Dublin telah memutuskan untuk mencabut penghargaan ‘Freedom of the City of Dublin’ pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi. Hal ini sebagai bentuk protes atas penanganan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di negaranya.

Dilansir The Guardian, Kamis (14/12/2017), sebagian besar anggota dewan, setuju dengan langkah pencabutan penghargaan ini, dengan 59 suara mendukung, dua menentang dan satu abstain.

Keputusan diambil pada Rabu (13/12/2017) waktu Irlandia, setelah lebih dari 620.000 minoritas Muslim Rohingya Myanmar melarikan diri menyeberangi perbatasan ke Bangladesh. Sejumlah tindakan kekerasan oleh tentara Myanmar juga dilaporkan, seperti pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran.

Suu Kyi sendiri telah mendapat kecaman internasional atas kegagalannya membela minoritas Rohingya.

“Penindasan terhadap etnis Rohingya tidak boleh berlanjut,” kata anggota dewan Cieran Perry.

Keputusan dewan kota Dublin ini dilakukan, setelah satu bulan lalu musisi Bob Geldof mengembalikan penghargaannya ke balai kota Dublin, sebagai bentuk protes menentang Suu Kyi.

Sementara itu, Bangladesh dan Myanmar bulan lalu menandatangani sebuah kesepakatan untuk memulangkan pengungsi Rohingya, meskipun PBB pada saat itu mengatakan bahwa kondisinya tidak aman untuk mereka kembali. (embun)