Thursday, 15 November 2018

Program OK Otrip Ujicoba 15 Januari 2018

Kamis, 14 Desember 2017 — 15:06 WIB
Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan.(yendhi)

Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahudin Uno serius melaksanakan program one karcis one trip (Ok Otrip) yang digaungkan saat kampanye. Hal itu ditunjukkan dengan dilakukannya soft launching yang digelar hari ini, Kamis, (14/12/2017).

Pemaparan konsep program integrasi moda transportasi umum sendiri dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah.

“Bahwa program Ok Otrip merupakan layanan baru dari provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan sistem transportasi umum masal yang efisien dan terintegrasi di DKI Jakarta serta membantu meringankan biaya transportasi masyarakat di provinsi DKI Jakarta karena program ini mengintegrasikan satu integrasi rute dan layanan, integrasi management dan integrasi pembayaran,” kata Andri di gedung Balaikota DKI.

Masih dikatakan Andri, nantinya masyarakat Jakarta cukup dengan merogoh kocek Rp 5 ribu sudah bisa menggunakan berbagai moda transportasi umum yang terintergrasi Transjakarta.

“Ini dalam durasi tiga jam mulai tap in pertama hingga tap in terakhir. Untuk keefektifan program ini, seluruh pembayaran menggunakan sistem non tunai berupa kartu Ok Otrip yang bisa didapatkan di halte transjakarta dan outlet-outlet yang bekerjasama dengan transjakarta,” jelas dia.

Andri memaparkan, untuk tarif awal yang dimulai dengan kendaraan bus Transjakarta besar saldo pemegang kartu Ok Otrip akan dipotong sebesar Rp 3.500. Kemudian, jika hendak melanjutkan menggunakan transportasi lain yang masih terintegrasi Transjakarta maka akan kembali dipotong sebesar Rp 1.500.

Selanjutnya, jika hendak melanjutkan perjalanan lagi dalam rentag waktu tiga jam maka pemegang Ok Otrip tidak akan kembali dipotong karena batasan hanya akan sampai Rp 5 ribu setiap perjalanan.

“Kalau penumpang menggunakan bus kecil (angkot) sebagai moda transportasi pertama, maka akan dipotong Rp 3.000 sesuai ketentuan tarif bus kecil, untuk perjalanan berikutnya akan dipotong Rp 2.000, kalau mau lanjut lagi ya dipotong Rp 0,” kata dia.

Program ini rencananya akan mulai dilakukab uji coba selama tiga bulan terhitung sejak 15 Januari 2018.

“Layanan ini akan dimulai dengan mengintegrasikan uji coba Ok Otrip di empat trayek yang terintergrasi dengan bus sedang dan bus transjakarta dimana empat trayek tersebut yaitu Jelambar, Warangkas, Duren Sawit dan Lebak Bulus,” tutur dia.

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono menambahkan, transjakarta akan melaksanakan live uji coba program One Karcis One Ticket (OK Otrip) selama tiga bulan yang akan diintegrasikan dengan 69 angkutan bus kecil.
(yendhi/sir)