Wednesday, 18 September 2019

Sistem Transportasi Jabodetabek Akan Diintegrasi dengan Satu Alat Pembayaran

Kamis, 14 Desember 2017 — 14:52 WIB
Stasiun Tebet. Jakarta Selatan, yang biasa melayani penumpang KRL, kini miliki fasilitas hall (pintu) baru di sisi timur.

Stasiun Tebet. Jakarta Selatan, yang biasa melayani penumpang KRL, kini miliki fasilitas hall (pintu) baru di sisi timur.

JAKARTA (Pos Kota) – Kemudahan dalam menggunakan transportasi massal, mutlak disediakan saat dorongan untuk meninggalkan transportasi pribadi dilakukan. Kemudahan tersebut meliputi akses armada, kenyamanan hingga kemudahan dalam sistem pembayaran.

Bank Indonesia DKI Jakarta, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), akan melakukan integrasi transportasi Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Kepala Perwakilan BI Provinsi Indonesia, Doni P Juwono berharap tahun 2018, integrasi tersebut sudah dimulai.

DONI

Kepala Perwakilan BI Provinsi Indonesia, Doni P Juwono. (ikbal)

“PR terakhir dengan Pemprov DKI itu integrasi transportasi Jabodetabek. Nanti ada  Damri PPD LRT MRT. Ini termasuk target kerjasama dengan pemprov DKI. Tahun 2018 direncanakan harus sudah bisa berjalan. Pemprov DKI harus terlibat karena dia punya Transjakarta , LRT MRT,” katanya Kamis (14/12/2017).

Doni menjelaskan, sistem pembayaran juga akan diintegrasi melalui satu alat pembayaran yang bersifat non tunai atau cashless. Nantinya, pengguna transportasi dapat melajukan perjalanan ke Jabodetabek dengan satu alat pembayaran.

“Kita hanya harus punya satu kartu, bisa naik semua. Kalau kita punya satu kartu kita bisa pergi ke mana-mana,” ujar Doni.

Dikatakan Doni, untuk mengatur integrasi itu, akan dibentuk badan usaha Electronic Fare Collection. Badan Usaha tersebut akan dibentuk bersama BI, Telkom, Pemprov DKI dan BPTJ. Diterangkan Doni, badan usaha akan menambah semua sistem integrasi termasuk di dalamnya kliring pembayaran. Kliring adalah pembayaran antarbank dengan memindahkan saldo.

“Kebayang nggak kliring duitnya gimana? Sekarang nggak bisanya karena itu. Oleh karena itu nanti akan dibentuk satu badan usaha yang namanya Electronic Fare Collection, jadi dia nanti yang mengkliring semua transaksi. Nanti akan dibentuk kerjasama antara BI Telkom Pemprov dan BPTJ,” pungkas Doni. (ikbal/embun)