Sunday, 21 October 2018

Wakil Presiden Ekuador Dihukum 6 Tahun Karena Kasus Suap

Kamis, 14 Desember 2017 — 13:21 WIB
Wakil Presiden Wkuador Jorge Glas.(Breakingnews.co.id)

Wakil Presiden Wkuador Jorge Glas.(Breakingnews.co.id)

EKUADOR – Wakil Presiden Ekuador dijatuhi hukuman enam tahun penjara  karena terbukti bersalah atas keterlibatan secara gelap dalam kasus suap yang dilakukan oleh perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht.

Vonis ini adalah hukuman pertama yang dijatuhkan di Ekuador dalam kasus Odebrecht. Empat terdakwa lagi dijatuhi hukuman yang sama seperti Glas, termasuk pamannya, Ricardo Rivera.

Sedangkan tiga orang lagi dijatuhi hukuman 14 bulan penjara, dan pengurangan hukuman karena telah bekerjasama dengan pemerintah. Tersangka terakhir dinyatakan tidak bersalah.

Selain itu, mengingat luasnya kasus korupsi yang terlibat, orang yang dihukum harus mengembalikan aset negara sebesar 33,3 juta dolar AS yang telah digelapkan.

 Hakim Edgar Flores, Presiden Pengadilan Nasional, mengatakan korupsi tersebut juga meliputi kejahatan lain, termasuk menerapkan pengaruh dan pencucian uang.

Ia menambahkan, pengadilan telah menerima bukti dari Departemen Kehakiman AS dan seorang mantan eksekutif Odebrecht, Jose Conceicao Santos.

Glas (48) menjadi menteri telekomunikasi dari 2009 sampai 2010 sebelum menjadi wapres sejak 2013 di masa mantan presiden Rafael Correa dan Presiden saat ini Lenin Moreno.

Ia telah dikenakan penahanan kota di Quito sejak 2 Oktober. Namun, selama proses pengadilan, ia dengan keras mempertahankan bahwa tidak bersalah dan menolak untuk meletakkan jabatan wapres.

Glas sekarang menjadi pejabat paling senior yang dijebloskan ke dalam penjara dalam skandal korupsi Odebrecht yang telah melanda Amerika Latin.

Odebrecht, perusahaan konstruksi terbesar di Brasil, didapati telah menyuap para pejabat di seluruh wilayah itu sebagai imbalan bagi kontrak prasarana publik.

Menurut dokumen yang diberikan oleh AS, Odebrecht membayar 33,5 juta dolar AS dalam bentuk suap kepada para pejabat Ekuador antara 2007 dan 2016.

Glas memiliki kemungkinan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut, tapi Majelis Nasional sekarang juga bisa bergerak cepat untuk memakzulkan dia.