Wednesday, 21 November 2018

Wartawan Sukabumi Latihan Keselamatan Liputan di Lokasi Konflik

Kamis, 14 Desember 2017 — 7:01 WIB
Kalangan wartawan di Sukabumi mengikuti pelatihan media safety di daerah konflik dan bencana. (sule)

Kalangan wartawan di Sukabumi mengikuti pelatihan media safety di daerah konflik dan bencana. (sule)

SUKABUMI (Pos Kota) -Puluhan wartawan media cetak harian, online dan televisi, baik lokal maupun nasional mengikuti pelatihan “Media Safety” di sebuah villa di kawasan Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.

Pelatihan yang diinisiasi PMI Kabupaten Sukabumi kerja bareng Komite Internasional Palang Merah (ICRC) ini untuk memahami etika dan tata cara peliputan di lokasi bencana dan konflik.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, Ayi Abdullah mengatakan pelatihan seperti ini sudah kali kedua diselenggarakan. Tujuannya, memberikan pengetahuan ke sejumlah jurnalis sebagai materi lanjutan sebelumnya.

“Sekarang lebih pada pendalaman materi untuk peningkatan kapasitas rekan-rekan jurnalis di Sukabumi, baik tentang hukum konflik dan perang maupun etika di lokasi bencana,” jelas Ayi.

Sementara itu, Wakil Koordinator Komunikasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Jakarta, Sonny Nomer menuturkan, salah satu materi yang diberikan kali ini lebih kepada pokok-pokok Hukum Gumaniter Internasional (HHI). Selain itu, kode prilaku keselamatan peliputan dalam konflik dan bencana juga disampaikan.

“Wartawan harus paham betul mengenai hukum humaniter internasional dan perlindungan untuk jurnalis ketika meliput di daerah konflik. Hal ini untuk mencegah wartawan menjadi korban di dalam daerah konflik,” ujarnya.

Menurut Sonny, wartawan adalah bagian dari masyarakat sipil yang punya hak untuk dilindungi dalam kondisi konflik. Kondisi peliputan krisis tak hanya perang tapi juga bencana.

“Saat ini sejumlah komunitas wartawan seperti di Aceh pasca tsunami membuat kode etik peliputan bencana.Seperti tidak boleh menayangkan korban bencana secara vulgar. Tidak boleh ada istilah liputan eksklusif untuk bencana dan hak-hak korban bencana lainnya. Intinya tidak boleh menebar ketakutan,” lanjut Sonny.
Kabupaten Sukabumi sendiri merupakan salah satu kawasan yang masuk zona merah bencana baik di Jawa Barat maupun nasional.

“Kita berharap ke depannya kode etik peliputan di lokasi bencana ini bisa berlaku dan disepakati secara nasional di Indonesia,” pungkas Sonny

Pada kesempatan lainnya, disampaikan juga materi desimenasi tentang gerakan palang merah. Pematerinya yakni Kasubdiv Desiminasi PMI pusat, Pajar Sumirat.
(sule/sir)