Sunday, 21 October 2018

PGI Tolak Perayaan Natal di Monas, Anies : Saya Akan Pelajari

Jumat, 15 Desember 2017 — 21:12 WIB
Gubernur danmantan  Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.  (ikbal)

Gubernur danmantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Persatuan Gereja Indonesia (PGI) menolak ikut berpartusipasi pada perayaan Natal di Monumen Nasional (Monas) Jakarta karena khawatir ada politisasi dan instrumentalisasi agama di balik kegiatan tersebut.

Ditanya soal itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan enggan banyak berkomentar. Ia meminta waktu untuk mempelajarinya.

“Kita pelajari dulu, nanti saya pelajari dulu,” katanya, singkat, di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017) malam.

Lain halnya dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Politikus Partai Gerindra itu menyatakan tidak ada paksaan untuk umat Kristiani merayakan Natal di Monas. “Saya serahkan kepada umat Kristiani pokoknya kami siap memfasilitasi,” timpal Sandi secara terpisah.
(BACA : PGI Tolak Ajakan Pemprov DKI Rayakan Natal di Monas)

Alasan lain PGI enggan merayakan Natal di Monas adalah karena mereka ingin pelaksanaannya berlangsung di tempat tertutup (indoor). PGI lalu memberikan masukannya dan memberikan pilihan di dua tempat, yakni JIExpo Kemayoran dan Glodok Kemayoran.

Atas masukan itu, Sandi mengaku siap mendukung. Di manapun lokasi yang diinginkan, Sandi menjamin, Pemprov DKI akan memfasilitasi.

“Kemarin umat Kristiani dari Gereja Pentakosta dan Lembaga Injil Indonesia menyatakan mendukung dan ada beberapa elemen lagi menyatakan mendukung. Tentunya kita menyerahkan kepada umat Kristiani kami siap memfasilitasi,” imbuhnya.

Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow, menyatakan, PGI menolak adanya perayaan Natal di Monas lantaran PGI menilai adanya potensi politisasi dan instrumentalisasi agama di balik niatan perayaan natal tersebut.

“Kami mengingatkan adanya potensi politisasi dan instrumentalisasi agama, termasuk di dalamnya mempolitisasi hari raya keagamaan Natal untuk kepentingan politik tertentu, yang dilakukan oleh warga gereja sendiri maupun oleh pihak-pihak lain,” kata Jeirry Sumampow, di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah umat Kristiani yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merencanakan perayaan Natal 2017 di Monas. Rencana perayaan tersebut mendapat respon Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengizinkan perayaan natal tersebut. (julian/b)