Saturday, 20 July 2019

Kalahkan Hotspur 1-4, Bruyne : Manchester City Bukan Mencari Rekor Tapi Juara

Minggu, 17 Desember 2017 — 5:38 WIB
Kevin de Bruyne berusaha melewati pemain Tottenham Hotspur (reuters)

Kevin de Bruyne berusaha melewati pemain Tottenham Hotspur (reuters)

INGGRIS- Manchester City kembali mengalahkan tim terkuat di Liga Inggris yaitu Tottenhan Hotspur. Pada laga di Etihad, Minggu (17/12/2017) dinihari WIB, City melumat Spurs 4-1.

Dengan kemenanga ini City telah menaklukkan seluruh saingan utamanya seperti menggulung Liverpol 5-0, mengalahkan juara bertahan Chelsea 1-0 menumpas Arsenal 3-1, lalu mempermalukan MU 1-2 di Old Trafford dalam Derby Manchester yang panas. Sebelum menggulung Spurs, runner-up musim lalu

Dan kemenangan atas Spurs kinimembuat City kini unggul 14 poin dari rival terdekatnya, Manchester United, yang baru akan bertanding Minggu (17/12).

Selain itu kemenangan ini menambah rekor City dengan 16 kali berturut-turut di Liga Inggris tiak terkalahkan. Meski demikian,K. De Bruyne mengatakan tak memikirkan soal rekor invincible, melainkan membidik gelar juara.

City sudah 18 pertandingan tidak terkalahkan. Sebanyak 16 di antaranya adalah kemenangan beruntun, di mana yang terakhir diperoleh usai menghempaskan Tottenham Hotspur 4-1 di Etihad, Sabtu (16/12/2017).

The Citizens telah mengukir sejarah sebagai tim pertama dengan kemenangan terpanjang sebanyak 16 kali. Hal yang lebih ciamik lagi, City melakoninya sembari mengalahkan rival-rival langsungnya dalam persaingan gelar atau yang disebut sebagai tim-tim enam besar.

Alhasil, tidak sedikit yang mulai membandingkan City dengan the Invincible Arsenal. Di musim 2003/04, Arsenal sukses menjuarai Premier League tanpa terkalahkan . Rekor yang belum bisa diulangi tim manapun sampai sekarang.

“Tidak, sama sekali tidak,” gelandang City Kevin de Bruyne.

“Kami di sini untuk memenangi gelar juara,” sambung pesepakbola Belgia itu.
Dalam laga kali melawan Tottenham Hotspur,, Raheem Sterling keluar sebagai bintang kemenangan berkat torehan sepasang golnya.

Sementara, Sprus kembali berada dalam fase inkonsisten. Setelah di dua laga sebelumnya mampu bangkit dari tren negatif, kini mereka kembali harus merasakan kekalahan telak dari City.

Akibat kekalahan ini akhirnya Spurs terlempar ke peringat keenam dengan perolehan 31 poin dari 17 pertandingan yang telah dijalani. Padahal sebelumnya sempat kembali ke posisi keempat. Namun lantaran Arsenal dan Chelsea mampu menang melawan lawan-lawannya posisi Spurs kembali menjauh dari zona Liga Champions.

City langsung menunjukkan kedigdayaannya . Mereka bahkan sudah mencetak gol ketika pertandingan berjalan seperempat jam. Manerinm umpan matan dari Leroy Sane lalu dengan sentuhan Ilkay Gundogan mampu mejebol gawang Spurs.

Namun tidak ada lagi gol tercipta setelah itu sehingga babak pertama berakhir 1-0.

Memasuki babak kedua City kian garang. Namun banyak peluang yang tidak bisa mereka selainakn dengan baik . Baru setelah menit ke-70, tuan rumah mampu menambah gol. Kali ini, Gundogan mengkreasi bola untuk kemudian diselesaikan dengan apik oleh Kevin De Bruyne.

Sepuluh menit sebelum laga rampung City kian menjauh saat Sane kembli membagi bola kepada Sterling, yang tak kesulitan turut mencatatkan namanya d papan skor.

Seakan belum puas, di pengujung laga Sterling mendonasi gol keduanya sebelum Christian Eriksen membuat gol hiburan di masa tambahan waktu babak kedua. Dua gol di pengujung laga ini jadi penanda akhir pertandingan.(B)