Sunday, 23 September 2018

Ketika Puluhan Pasangan Cina Kawin Massal di Sri Lanka

Senin, 18 Desember 2017 — 15:18 WIB
Beberapa pasangan asal Cina mengenakan pakaian tradisional Sri Lanka.

Beberapa pasangan asal Cina mengenakan pakaian tradisional Sri Lanka.

SRILANGKA – Lima puluh pasangan pengantin asal Cina mengikuti upacara perkawinan massal di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, Minggu (17/12).

Mereka mengikuti upacara dengan tradisi Budha, yang merupakan agama mayoritas di Sri Lanka, yang sedang berupaya menggalakkan industri pariwisata.

Dalam upacara yang dihadiri pejabat kedua negara, sebagian pengantin mengenakan pakaian tradisional Sri Lanka walau ada juga yang tetap dengan pakaian gaya Cina maupun Barat.

Perkawinan massal itu disiapkan oleh pihak berwenang Sri Lanka dan digelar di balai kota Kolombo.

“Kami amat gembira menjadi bagian dari perkawinan massal di negara yang indah Sri Lanka. Lihat suasananya, kami tidak akan melupakan hari ini,” kata seorang pengantin pria berusia 25 tahun kepada wartawan BBC di Kolombo, Azzam Ameen.

Sang pengantin perempuan menambahkan mereka berdua pertama kali bertemu di Sri Lanka tiga tahun lalu, “Jadi tempat ini khusus untuk kami.”

Pemerintah Sri Lanka mengharapkan perkawinan massal pertama untuk warga Cina ini akan meningkatkan hubungan kedua negara dan sekaligus mengangkat pariwisata.

“”Akan lebih banyak orang yang mengetahui tentang Sri Lanka dan ini jalan yang amat baik untuk mempromosikan pariwisata,” jelas Menteri urusan Metropolis dan Pembangunan Bagian Barat Sri Lanka, Patali Ranawaka.

Usai jamuan makan malam, para pengantin baru akan menikmati bulan madu dengan mengunjungi tujuan wisata di Sri Lanka, seperti ibu kota kuno Anuradhapura, situs peninggalan Kerajaan Polonnaruwa, serta kawasan wisata alam Kandy maupun Taman Nasional Yala.
Wisatawan Cina yang datang ke Sri Lanka meningkat belakangan ini dan data terakhir memperlihatkan sekitar 13% dari total dua juta wisatawan asing yang datang ke negara itu dalam waktu setahun. Jumlah tersebut merupakan yang kedua terbesar setelah wisatawan asal India.

Sementara pemerintah Cina menempuh sejumlah investasi di Sri Lanka dalam proyek pembangunan prasarana dan Kolombo merupakan salah satu mitra utama Beijing dalam proyek ‘One Belt One Road’ atau ‘Satu Lajur Satu Jalan’ yang ambisus.

Proyek itu diluncurkan Presiden Xi Jinping pada Mei 2017 untuk jaringan perdagangan internasional dengan pembangunan pelabuhan, jalan raya, dan rel kereta api.(BBC)