Thursday, 15 November 2018

Suami Ceraikan Istri Karena Tidak Bisa Kurus

Selasa, 19 Desember 2017 — 5:20 WIB
gendut

JIKA semua lelaki berpikir ala Jatmiko, 42, angka perceraian pasti semakin tinggi. Soalnya lelaki dari Surabaya ini tega menceraikan istrinya, hanya karena bertubuh kegemukan seperti drum Pertamina. Tak peduli sudah beranak tiga Ny. Sulis, 40, terpaksa diceraikan karena gagal menguruskan badan.

Andaikan bisa, setiap lelaki ingin menikah dengan perempuan cantik laksana bidadari. Bodi proporsional, pandai melayani suami baik urusan ranjang maupun yang non ranjang. Tapi semua itu sudah dapat jatahnya masing-masing. Ada yang cantik dapat ganteng, ada pula yang ganteng dapat perempuan seperti mercon bantingan. Akhirnya, ada yang bini satu saja tak punya, tapi banyak pula yang berbini sampai empat.

Jatmiko warga Rangkah Surabaya, sebetulnya termasuk lelaki mujur. Wajah pas-pasan cenderung sangat standar, bisa mempersunting Sulistyawati yang pernah jadi kembang kampung. Banyak lelaki lain yang mengirikannya. Kok mujur banget ya Jatmiko ini, wajah biasa saja tapi bininya laksana bidadari. “Kalau ditukar tambah boleh nggak ya….” Begitu kata lelaki pengagum Ny. Sulis.

Karena istri yang cantik itulah, Jatmiko jadi betah di rumah. Tak mengherankan, selama 10 tahun berumahtangga, tiga anak telah lahir sebagai bukti kerjasama nirlaba. Soalnya Jatmiko jadi pengin melulu, di samping memang sangat doyan soal begituan. Dia memang juga penganut madzab, “Banyak anak banyak rejeki.”

Tiba-tiba terjadi prahara dalam rumah tangga. Sejak kelahiran anak ketiga, mendadak Sulis jadi perempuan doyan makan. Bukan hanya menghabiskan sisa makan anak-anak dengan alasan “eman-eman”, tapi juga demen jajan. Hampir setiap penjual makanan ideran yang lewat depan rumah, selalu dipanggilnya. Ada somay, pesan somay. Ada tukang bakso, juga pesen dua mangkok bakso. Katanya, di kala menyusui bayi perut jadi terasa lapar melulu.\

Gara-gara doyan makan tersebut, tanpa disasari badannya jadi membengkak seperti gajah abuh, dilihat pakai kaca pembesar. Bayangkan, betis Sulis kini tak lagi mbunting padi, tapi seperti saka guru kraton. Pahanya juga membesar, sehingga kalau jalan antara pahan kanan dan kiri selalu bersinggungan.

Jatmiko sudah menyarankan, agar kurangi makan dan banyak olahraga. Sudaj dicoba, tapi hasilnya nol. Pernah mengurangi, tidak makan nasi sepanjang hari. Tapi hobinya pesen ketoprak atau makan arem-arem. Ya akhirnya sama saja, bahkan tubuh Sulis makin membengkak seperti drum Pertamina isi 220 liter. Tentu saja Jatmiko jadi kenyang duluan. Biasanya minta jatah 2 kali seminggu sesendok makan, kini sudah 6 bulan Sulis tak pernah disentuhnya. Bahkan, Jatmiko juga jarang-jarang pulang.

Tiba-tiba ada panggilan sidang di Pengadilan Agama Surabaya. Ternyata Jatmiko menggugat cerai. Belum ditanya panjang lebar oleh majelis hakim, Sulis sudah pingsan duluan. Dia tak siap jika harus menjanda hanya karena berat tubuh yang melar sampai 90 Kg DWT. “Tolong jangan ceraikan aku, aku siap menguruskan badan, Mas.” Ratap Sulis meraung-raung di ruang Pengadilan.

Memangnya ban, cabut pentil langsung kurus? (JPNN/Gunarso TS)