Sunday, 27 May 2018

Penuh Lumpur, Saluran di Alteri Marunda Dikeruk

Jumat, 22 Desember 2017 — 8:01 WIB
Petugas dengan menggunakan alat berat sedang mengeruk kali Banglio. (dok/wandi)

Petugas dengan menggunakan alat berat sedang mengeruk kali Banglio. (dok/wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Genangan yang akhir-akhir ini terjadi di Jalan Alteri Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara banyak dikeluhkan pengendara maupun warga. Ini disebabkan saluran di sepanjang jalan tersebut penuh dengan lumpur sehingga air sulit untuk mengalir kemuara.

Atas kondisi inilah akhirnya Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara melakukan pengurasan di saluran air Jalan Arteri Marunda sisi utara, Kecamatan Cilincing. Diharapkan dengan cara ini kedepan genangan dan banjir tidak akan terjadi lagi.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Cilincing, Sarkam mengatakan, pengurasan saluran di lokasi tersebut dilaksanakan karena disaluran air tersebut sudah padat lumpur dan banyak tanah merahnya. Makanya setiap kali ada hujan air langsung menggenangi jalanan sehingga menganggu pengendara maupun warga.

“Saluran air yang dikuras di lokasi tersebut dimulai dari depan SMPN 244 hingga Kali Gendong Bulak Cabe sepanjang 500 meter. Ini dikarenakan saluran tersebut penuh dengan lumpur dan sampah sehingga sulit mengalir ke muara,”kata Sarkam.

Sarkam menambahkan, pengurusan saluran air dilakukan secara manual dengan menurunkan 25 orang Satgas SDA. Mereka dengan masuk kedalam saluran dan kolong dekar yang tertutup lumpur dan sampah.

“Kami berharap dengan dikurasnya saluran air dilokasi tersebut maka saluran air dapat menampung air lebih banyak lagi,”terang Sarkam.

Sementara itu Camat Cilincing, Purnomo mengatakan memang pihaknya saat ini terus berupaya mengatasi banjir dengan cara melakukan pengurasan saluran air. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kedepan wilayah tersebut tidak akan terjadi lagi.

“Memang saat ini upaya mengatasi banjir sudah kami lakukan dengan melakukan pengurasan saluran air. Mudah-mudahan kedepan genangan dan banjir tidak ada lagi,”terang Purnomo.

(wandi/sir)