Tuesday, 20 November 2018

Berpisah 38 Tahun, Wanita Ini Datang Jauh dari Milan Mencari Ibunya

Sabtu, 23 Desember 2017 — 9:16 WIB
Priscillia Margaretha datang dari Milan, Italia ke Jakarta mencari ibu kandungnya yang terpisah 38 tahun lalu. (ist)

Priscillia Margaretha datang dari Milan, Italia ke Jakarta mencari ibu kandungnya yang terpisah 38 tahun lalu. (ist)

JAKARTA – Jarak 11.000 KM antara Milan dan Jakarta, ditempuh Priscillia Margaretha demi mencari ibu kandungnya. Ditemani suami dan anaknya, perempuan 38 tahun ini berharap dapat bertemu wanita yang telah melahirkannya.

Ya, Priscillia memang tak pernah mengenal ibunya. Hanya dua hari saja sejak ia dilahirkan, ia dapat merasakan dekapan sang ibu, sebelum akhirnya ia diserahkan ke bidan bernama Budi Wahyuni, di sebuah klinik di Jalan Kebon Kacang Gg. 31/1, Jakarta Pusat, tempat ia dilahirkan.

“Waktu itu Ibu menyerahkan saya kepada bidan karena merasa tidak mampu merawat dan membesarkan saya,” ungkapnya.

Tiba di Tanah Air, Priscillia yang kini hidup di Italia langsung mendatangi Dinas Sosial DKI Jakarta, untuk mendapat informasi tentang yayasan yang sempat menampungnya sementara, sebelum akhirnya diadopsi pasangan asal Belanda bernama Jaap Vermeij dan Maud Vermeij Van  Ossenbruggen.

“Saya masih mencari Yayasan Mulia Cabang Jakarta untuk mengetahui keberadaan ibu saya. Mungkin mereka punya informasi tentang ibu,” ujar Priscillia saat dihubungi pada Sabtu (23/12/2017).

Yayasan Mulia Cabang Jakarta lah yang sempat menjadi tempat sementara bayi Priscillia bernaung, setelah sebelumnya selama enam hari diasuh sang bidan. Bidan Budi Wahyuni, menyerahkan bayi Priscilla kepada Yayasan Mulia Cabang Jakarta pada 20 Oktober 1979, yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan “Mulia” Cabang Jakarta tn.M.Y. Rachmat.

Saat itu, Yayasan Mulia diketahui beralamat di Jalan Haji Agus Salim No. 57, Jakarta. Namun ketika diperiksa, Yayasan Mulia sudah tidak ada lagi. Bahkan tidak ada yang tahu nasib yayasan tersebut kini.

Priscillia berharap pencariannya akan ibu kandungnya segera menemui titik terang. Meski tak mengenalnya, namun jauh dalam hati Priscillia tersimpan rindu mendalam akan sosok sang ibu. “Saya berharap bisa segera bertemu dengan ibu saya,” kata Priscillia

Dinsos DKI pun berharap masyarakat dapat membantu mempertemukan Priscillia dan ibu kandungnya. Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait Inah sang ibu, diharapkan melapor ke call center 112 atau melalui twitter @dinsosDKI1. (julian/embun)