Monday, 10 December 2018

Suami Dibakar Asmara Ipar, Penduduk pun Bakar Rumah

Sabtu, 23 Desember 2017 — 7:27 WIB
bakar

SIAL banget nasib Johandi, 40, dari Bengkulu ini. Coba-coba gauli adik ipar sendiri, Sumi, 25, eh kepergok oleh istrinya. Pasangan mesum itu kabur, sehingga Ny. Tatik, 35, nyaris bunuh diri. Penduduk yang kesal ulah Johandi, ramai-ramai membakar rumah mesum itu sampai tinggal kerangka bercampur abu.

Kolom ini sering menyebut, ipe (ipar) itu kepanjangan dari kata: iki ya penak (ini enak juga). Rupanya ada juga pihak yang jadi penasaran, sehingga ingin membuktikannya. Setidaknya Johandi warga Sungai Hitam, Bengkulu. Tapi ketika baru saja membuktikannya, justru segera ketahuan istri. Akhirnya, bukan “penak” yang didapat, tapi justru sengsara karena jadi urusan polisi dan kehilangan rumah. Makanya, harus mikirrrr…….

Sejak menikah dengan Tatik sekitar 10 tahun lalu, adik ipar yang bernama Sumi memang ikut bersamanya. Kala itu Sumi masih ABG, sehingga belum enak dilihat. Oleh karenanya belum pernah terlintas wacana-wacana yang hil-hil mustahal. Dia menganggap adik ipar ya adik ipar, tak ada perasaan berlebihan.

Tapi waktu terus berjalan, tambah bulan tambah tahun Sumi terus tumbuh menjadi gadis dewasa. Ternyata dia kemudian hadir sebagai gadis yang cantik pula, bodoinya sangat sekel nan cemekel. Dadanya juga nampak berisi, karena ada dua “bakpao”-nya Setya Novanto.

Sebagai lelaki normal, dia serrr…..dan greng …..juga melihat penampilan adik ipar tersebut. Tiba-tiba ada setan yang membisiki Johandi, jika penasaran mendingan dicoba saja, asal siap dengan segala resikonya. “Soalnya ipe itu kan kepanjangan iki ya penak,” kata setan yang rupanya juga suka baca kolom ini.

Ternyata anjuran setan itu ditelan mentah-mentah, padahal yang namanya setan kan selalu mengajak ke jurang kesesatan. Maka sejak itu Johandi memantapkan diri, kapan-kapan harus bisa menikmati tubuh mulus adik iparnya yang memang penampilannya sangat menjanjikan, enak digauli dan perlu itu.

Sekali waktu rumah kebetulan sepi, mulailah Johandi merayu adik iparnya dengan segala cara, persis parpol membujuk calon kepala daerah untuk mau diusungnya. Ketika telah terjadi nota kesepahaman dan kesepakatan, adegan mesum itu dimulailah. Tapi sial, belum juga tuntas membuktikan anjuran setan, eh….kepergok istrinya. Langsung Ny. Tatik teriak histeris.

Johandi bukan menjinakkan yang sedang histeris, tapi justru nekat kabur bersama Sumi. Makin hancurlah hati Tatik, sehingga dia langsung ke belakang mau menceburkan diri ke sumur. Tapi dia lupa bahwa sumurnya sudah dibeton mati, karena di rumah sudah pasang PAM. Akhirnya dia hanya bisa meraung-raung meratapi nasib.

Tetangga pun berdatangan tanda empati dan simpati. Begitu tahu kisah dari mulut Tatik, penduduk pun jadi marah pada Johandi. Dugaan warga selama ini memang benar, bahwa ada apa-apa antara Johandi-Sumi. “Mana orangnya, gebukin saja,” kata warga. Tapi karena keduanya memang sudah kabur, untuk melampiaskan emosi, rumah lah yang kemudian jadi sasaran.

Tak peduli itu bukan miliknya, tak peduli bisa membahayakan rumah yang lain, langsung saja disiram bensin dan dibakar. Kata penduduk, ketimbang rumah mesum itu membangkitkan kenangan buruk, mendingan dibakar saja sehingga tinggal kerangka bercampur abu.

Kasihan Tatik, sudah kehilangan suami kehilangan rumah pula. (JPNN/Gunarso TS)