Sunday, 18 November 2018

Menhub: Puncak Arus Balik Balik 29 Desember -1 Januari 2018

Senin, 25 Desember 2017 — 23:58 WIB
Menhub Budi Karya

Menhub Budi Karya

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik akan terjadi selama empat hari,  mulai  tanggal 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

“Puncaknya arus balik saya perkirakan pada 29 Desember sampai 1 Januari,” tutur Budi Karya Sumadi. “Kita sudah bersiaga sejak sekarang untuk beberapa kemungkinan kendaraan yang mulai pulang ke arah barat sejak 26 Desember nanti.”

Budi Karya Sumadi menyatakan akan berkantor di posko Semarang mulai perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 untuk memantau kondisi arus mudik kendaraan di jalan raya pada libur akhir tahun ini.

“Kami akan koordinasi dengan kepolisian maupun stakeholder agar fungsi-fungsi jalan dan arteri berjalan dengan baik,” kata menteri. “Untuk Mudik Natal sudah berjalan baik dan lancer.”

Rombongan menteri akan mengunjungi sejumlah titik, seperti di jalan tol Brexit Kabupaten Brebes dan ke Pemalang untuk mengatasi kemacetan arus mudik maupun balik agar berjalan dengan baik dan lancar.

Menteri berjanji akan terus berupaya agar pelaksanaan mudik  tahun ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, antara lain dengan terus meningkatkan koordinasi antarinstansi serta membangun jalan tol.

Kalaupun saat ini masih ada keterlambatan (arus lalu lintas) di jalan raya, menurutnya  masih dalam batas wajar.

Layani 2,1 Juta

Sementara itu dalam siaran persnya, PT Angkasa Pura II (Persero) telah melayani 2,1 juta penumpang hingga H-2 angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dan mengalami peningkatan sekitar 7,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 1,88 juta penumpang.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menuturkan lonjakan penumpang terjadi pada H-3 atau 22 Desember 2017 sebanyak 371.047 penumpang yang  terjadi di 13 cabang dengan didukung oleh adanya extra flight atau tambahan penerbangan yang diajukan oleh maskapai.

Tahun ini, katanya, ada sekitar 1.158 tambahan penerbangan yang terdiri dari 1.134 penerbangan domestik dan 24 penerbangan internasional dengan pengajuan terbesar departure (keberangkatan) dan arrival (tiba) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pergerakan pesawat mengalami peningkatan sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu yakni dari 12.750 pergerakan pesawat menjadi 13.783, sedangkan untuk extra flight mengalami kenaikan sekitar 25 persen dari 213 penerbangan di tahun lalu menjadi 289 penerbangan. (dwi/win)