Tuesday, 23 October 2018

POLITIK GADUH

Kamis, 28 Desember 2017 — 5:01 WIB

Oleh H Harmoko

KEGADUHAN demi kegaduhan terjadi di negara kita. Murni sebagai realitas sosial politik atau sengaja ada yang menciptakan untuk menutupi agenda lain?

Ada yang menyebutkan, kegaduhan itu murni sebagai realitas di tengah masyarakat yang sedang bertransformasi mencari bentuk tatanan yang lebih baik dari sebelumnya, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kegaduhan itu ada yang menciptakan untuk menutupi agenda lain.

Sangat mungkin juga, kegaduhan diciptakan sebagai rekayasa sosial untuk melegitimasi realita buatan. Ini memang era politik simulakra, era ketika realitas semu dianggap sebagai realitas murni.

Itulah Indonesia sekarang, Indonesia yang sarat permainan citra, retorika, serta trik pengelabuhan informasi. Simulakra adalah dunia yang di dalamnya hadir realita yang seolah-olah murni tetapi sejatinya palsu.

Kepura-puraan tak harus yang bersifat positif. Bisa juga yang negatif. Positif dan negatif tidak lagi penting, karena tujuannya adalah untuk menutupi agenda lain. Realitas semu yang positif maupun yang negatif bisa silih berganti dimunculkan, karena yang dikehendaki adalah politik adu domba sesama anak negeri.

Dari satu kegaduhan ke kegaduhan lain, mari kita simak, modusnya selalu begitu-begitu saja, selalu menyulut sentimen, baik sentimen berdasarkan agama, ras, figur, maupun sentimen kedaerahan. Sepertinya ada tangan tak tampak sedang dan akan selalu memainkan hal ini.

Sang pemilik tangan tak tampak itu tidak akan pernah berhenti meremot kegaduhan demi kegaduhan. Indonesia harus selalu gaduh dan meriah, kegaduhan yang bisa “menghibur” rakyat yang sama sekali tidak menyentuh kepentingan nasional, terutama upaya meraih kedaulatan pangan dan energi.

Mudah-mudahan segenap anak bangsa bisa selalu mewaspadai hal ini. ( * )