Monday, 19 November 2018

Jika Terpilih di Pilkada Jawa Barat, 2 DM Janji Benahi Sungai Citarum

Jumat, 29 Desember 2017 — 18:56 WIB
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

BANDUNG (Pos Kota) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi masih emoh membicarakan posisi calon Gubernur Jawa Barat atau calon Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dedi lebih memilih fokus berbicara tentang isu lingkungan di Jawa Barat. “Target jangka pendek, yang sudah saya bicarakan bersama Demiz yakni pemulihan kondisi Sungai Citarum yang hari ini mendapat gelar ‘Sungai Terkotor di Dunia’. Itu program prioritas kerja saya,” ujar Bupati Purwakarta itu ditemui di Hotel Aston Kota Bandung, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, saat ini, ia merasa belum tepat membicarakan posisi cagub atau cawagub. Dedi lebih memilih fokus bekerja membenahi Jabar. ” Salah satunya ya membersihkan Sungai Citarum,” kata Dedi.

Dedi mengungkapkan, langkah awal membersihkan sungai terpanjang di Jawa Barat itu sudah dilakukan di Purwakarta dengan pembersihan KJA Danau Jatiluhur. “Upaya ini tertuang melalui program ‘Zero KJA’ yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2017,” jelas dia.

Diakuinya, ia tahu betul bagaimana agar Citarum Herang sebuah keniscayaan sesuai karakter masyarakat Sunda. “Salah satunya mengangkat masyarakat adat sebagai save river. Kita karyakan mereka dibawah naungan Pemprov Jabar,” tegasnya.

Dedi yakin pola tersebut akan berhasil. Pasalnya, selama ini normalisasi sungai selalu berbasis proyek. Seharusnya, polanya berbasis kultur.

“Caranya, kita angkat masyarakat adat di sepanjang Sungai Citarum itu sebagai Tenaga Harian Lepas (THL). Mereka digaji oleh pemprov untuk merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum,” ungkapnya.

Sasarannya, sambung Dedi, selain Sungai Citarum bersih juga berdampak positif untuk sektor wisata air. Hal ini secara otomatis akan menciptakan nilai tambah bagi daerah yang dialiri oleh sungai tersebut.

“Anak-anak masyarakat kampung adat itu kita ajarkan pengelolaan pariwisata. Sehingga, mereka memiliki benefit secara jangka panjang. Ini bisa menaikkan nilai tambah secara ekonomi bagi warga sekitar,” pungkasnya.(dadan)