Saturday, 20 January 2018

Pembangunan Jalan di Tanjung Priok Asal-asalan Dikeluhkan Warga

Jumat, 29 Desember 2017 — 6:29 WIB
Kondisi jalan lingkungan yang dikeluhkan warga karena pembangunannya asal-asalan. (wandi)

Kondisi jalan lingkungan yang dikeluhkan warga karena pembangunannya asal-asalan. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pembangunan jalan lingkungan di RT 13/08 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara dikeluhkan warga. Pasalnya, selain dianggap asal-asalan juga tidak rata sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan terutama anak-anak.

Untuk itu warga meminta kepada Pemkot Jakarta Utara maupun Sudin Bina Marga, untuk segera meratakan jalan tersebut. Sebab hampir setiap hari di lokasi tersebut selalu ramai dimanfaatkan anak-anak

Seperti yang diungkapkan oleh Saimin,42, warga RT 13/8 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, anaknya Afi,3 tahun mengalami luka akibat terjatuh saat bermain di jalan yang tidak rata.

“Anak saya terjatuh saat main di jalan tersebut, sebab kondisi jalannya selain tidak rata pembangunannya asal-asalan. Akibatnya kaki kanan anak saya saat ini luka dan harus berobat,”terang Saimin.

Dikatakan oleh Warga Papanggo, pembangunan antara uditch dan pengecoran tidak rata sehingga membentuk tanggul dengan ketinggian kurang lebih 5 cm. Akibatnya sangat rawan terjadi kecelakaan, makanya ia meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang.

“Saya melihat pelaksana pembangunan ini terkesan kejar target untuk menyelesaikan pekerjaannya tanpa mengedepankan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan,”tambahnya.

Ditambahkan oleh Saimin, pekerja proyek pengecoran jalan lingkungan ini dilakukan malam hari sekitar 1 bulan lalu. Bapak dua anak itu mengaku sangat kecewa dengan hasil pekerjaan rekanan Sudin Bina Marga Jakarta Utara yang mengakibatkan anaknya menjadi korban.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi ketika dikonfirmasi terkait adanya jalan yang dibangun asal-asalan mengakui pihaknya akan segera menegur Kasudin Bina Marga agar segera memperbaiki. Sebab jika ini terus didiamkan tentu akan banyak anak-anak yang jadi korban akibat terjatuh.

“Saya minta segera ditindak-lanjuti jangan sampai lama-lama karena khawatir akan banyak anak-anak yang jatuh,”terang Junaedi. (wandi)