Saturday, 20 January 2018

Tidak Punya Stadion, Persija Masih Jadi Musafir

Minggu, 31 Desember 2017 — 7:02 WIB
Jaimerson da Silva, bek yang baru bergabung dengan Persija Jakarta (Twitter@Persija_Jkt)

Jaimerson da Silva, bek yang baru bergabung dengan Persija Jakarta (Twitter@Persija_Jkt)

JAKARTA (Pos Kota)-Persija Jakarta masih jadi musafir untuk musim kompetisi Liga 1 tahun 2018 ini. Tim berjuluk Macan Kemayoran bakal menggunakan Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Persija harus mencari stadion alternatif, setelah Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi yang selama ini dipakai akan direnovasi untuk keperluan Asian Games 2018. Kini pilihan utama mengarah ke Stadion Singaperbangsa, Karawang.

Kepindahan Persija ke Karawang juga telah direstui oleh Wagub Karawang, Ahmad Zamakhsyarie. Menurut Direkrut Utama Persija, Gede Widiade, pihaknya tinggal mengecek kembali kondisi stadion yang dinilainya tak ada masalah.

“Alhamdulillah, kami lihat semua, yang penting Pak Wagub niat sudah baik. Kami harus berbuat positif untuk Karawang,” ujar Gede di sela-sela ujicoba Persija di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Sabtu (30/12).

SUDAH DUA KALI

“Kami sudah ke sana dua kali dan sudah menyampaikan ke PT LIB dan PSSI, untuk stadion tidak masalah. Ruang ganti bagus, rumput, tinggal pakai dirawat sebulan selesai. Lokasinya juga ditengah kota, sepeda bisa, bus bisa. Levelnya hampir sama dengan Bekasi, infrastrukturnya bagus,” dia menjelaskan.

“Jadi sangat-sangat memungkinkan sekali. Dulu dipakai Pelita Jaya, tapi belum diverifikasi. Saya lihat sudah mencukupi, hanya tinggal lampu saja,” katanya menambahkan.

Sementara itu Wagub Karawang, Ahmad mendukung penuh rencana Persija untuk pindah markas ke Karawang. Menurutnya semua tak ada masalah, termasuk soal perizinan.

“Kehadiran Persija di Karawang akan menjadi energi untuk Persika supaya lebih maju lagi, mengingat target Persika musim depan Inshaa Allah lolos Liga 1,” katanya.

“Tugas kami sebagai pemerintah daerah selalu menyebarkan perdamaian antara Jakmania dan Viking. Saya sendiri di Jawa Barat penasihat Viking. Terkait izin, polisi saya pikir bekerja secara profesional karena itu kan tugasnya, memberikan rasa nyaman, jadi tidak ada persoalan, pasti izin dipermudah,” jelasnya. (john/bu).