Friday, 14 December 2018

Ahed Tamimi Digugat Aparat Israel Dengan 12 Dakwaan

Selasa, 2 Januari 2018 — 15:34 WIB
Ahed Tamimi, remaja Palestina yang dipenjara pemerintah Israel.(Reuters)

Ahed Tamimi, remaja Palestina yang dipenjara pemerintah Israel.(Reuters)

PALESTINA – Aparat Israel menggugat Ahed Tamimi (17) remaja perempuan Palestina yang terekam video  menampar dan mendorong tentara Israel sehingga menjadi viral di internet.

Rekaman video tersebut menunjukkan Ahed Tamimi menyuruh dua serdadu Israel meninggalkan jalan masuk menuju rumah. Ketika mereka tidak merespons, Ahed mendorong, menendang dan menampar mereka.

Adegan selanjutnya, sepupu Ahed, Nour, 21, bergabung dan turut mendorong serta menendang para serdadu.

Oleh militer Israel, Ahed digugat dengan 12 dakwaan yang meliputi penyerangan dan pelemparan batu. Nour dan ibu Ahed yang merekam adegan tersebut juga digugat. Demikian seperti  dilansir BBC.

Militer Israel mengatakan insiden itu terjadi pada 15 Desember di Desa Nabi Salih, Tepi Barat, tatkala lebih dari 200 warga Palestina melempar batu ke arah para serdadu.

“Sejumlah warga Palestina masuk ke rumah di sekitar dan terus melempari para serdadu dengan batu dari dalam rumah dengan persetujuan penghuninya,” sebut militer Israel.

“Aparat mengeluarkan para perusuh dari rumah dan tetap berdiri di jalur masuk guna mencegah mereka masuk lagi. Belakangan, beberapa perempuan Palestina keluar menghadapi para serdadu guna menyulut provokasi,” tambahnya.

Militer Israel mengatakan investigasi telah mengungkap bahwa salah seorang tentara dalam video tersebut merupakan komandan kompi infantri dan dia telah bersikap profesional dengan tidak memberi respons apapun.

Protes yang Sah

Namun, versi berbeda diutarakan keluarga Tamimi. Ayah Ahed mengatakan tentara Israel telah menembakkan gas air mata dan memecahkan kaca rumah dalam unjuk rasa yang sah di Desa Nabi Salih.

Bahkan, sepupu Ahed yang berusia 14 tahun, Mohammed, mengalami luka pada wajahnya akibat peluru karet yang dilepaskan tentara Israel.

“Tindakan mereka tampak manusiawi pada saat itu, namun menurut saya aksi mereka pada hari itu secara keseluruhan tidak manusiawi. Saya bangga dengan putri saya dan apa yang dia lakukan,” kata ayah Ahed, Bassem Tamimi, kepada harian Israel Yedioth Aharonth.

Rekaman video yang menampilkan aksi Ahed dan sepupunya beredar luas di Palestina dan dunia. Banyak warga Palestina menganggap Ahed sebagai pahlawan dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Sebab bukan sekali itu saja tindakan Ahed menjadi pemberitaan dan viral.

Beberapa tahun lalu sebuah foto yang menunjukkan dia mengepalkan tinju ke seorang tentara juga viral hingga Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Turki saat itu pun mengundangnya ke Şanlıurfa, selatan Turki pada 2012.

Pada 2015, muncul lagi sebuah foto yang menggambarkan dirinya mengenakan kaos Tweety menggigit tangan seorang tentara Israel untuk menghentikan penangkapan saudara laki-lakinya.(Tri)