Monday, 17 June 2019

Jembatan Penangkaran Rusa Ambruk, Empat Petugas Diperiksa

Selasa, 2 Januari 2018 — 18:10 WIB
Jembatan gantung di lokasi wisata penangkaran rusa Cariu, Kabupaten Bogor, putus. (instagram elsaaprilia05)

Jembatan gantung di lokasi wisata penangkaran rusa Cariu, Kabupaten Bogor, putus. (instagram elsaaprilia05)

BOGOR (Pos Kota)  – Kepolisian Polsek Tanjungsari, Polres Bogor, sudah meminta keterangan empat petugas pengelola tempat wisata penangkaran rusa, terkaitnya ambruknya jembatan gantung yang menewaskan satu orang dan empat mengalami luka-luka berat, puluhan luka ringan.

Petugas tiket dan staf dimintai keterangan, Selasa (2/1/2018). Jembatan gantung yang ambruk panjangnya 44 meter dan tinggi 2,5 meter. Wahana wisata ini, selama ini pengelolaannya oleh wisata Perum Perhutani  KRPH Cariu.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, evakuasi dan pendataan menyeluruh semua korban jatuh jembatan di Tanjungsari, Kabupaten Bogor, selesai tadi malam.

Dari data terakhir, jumlah seluruh korban ada 39 orang. Dari jumlah ini, empat orang mengalami luka berat, 1 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka ringan.

(Baca: Korban Jatuh Dari Jembatan Gantung di Tanjungsari 39 Orang)

Proses olah TKP (tempat kejadian perkara) dan pemeriksaan masih berjalan. Untuk itu, pihak penyidik belum sampai pada tahap penetapan tersangka, karena bukti-bukti sedang dikumpulkan.

Dari hasil sementara penyelidikan petugas, jembatan gantung di obyek wisata penangkaran rusa yang roboh sekitar pukul 15.15 WIB, akibat overload. Tali yang menjadi pengikat jembatan sepanjang 44 meter ini, tak kuat menahan beban orang yang melintas diatasnya.

Robohnya jembatan gantung di obyek wisata penangkaran rusa ini, selama ini selama ini digunakan warga  Desa Sirnarasa dengam Desa Buanajaya, saat beraktifitas.

“Semua korban sudah pulang ke rumah sejak tadi malam. Upaya kepolisian dibantu masyarakat dan elemen kemanusiaan, semua korban jatuh  dapat tertangani. Perawatan korban luka ringan di Puskeamas Tanjungsari, berjalan baik,” katanya.

Pada korban adalah wisatawan lokal dari berbagai daerah seperti Bekasi, Karawang dan lain-lain. Hendrik 34, satu saksi dari korban selamat jatuhnya jembatan menuturkan, dirinya berada di antrian belajang saat peristiwa detik-detik putusnya jembatan gantung berlangsung.

Kata Hendrik, semua korban termasuk dirinya, hendak pulang, usai berwisatwa. Para pengunjung, saling mendahului untuk cepat sampai di seberang saat melintas. Jembatan gantung mulai terlihat oleng ke kiri dan kanan, saat aksi tidak tertib pengunjung berlangsung.

“Yang saya lihat awalnya berebut ingin cepat buru-buru pulang. Lalu saling mendahului.  Ada petugas yang atur, tapi pengunjung tidak tertib. Jembatan oleng lalu putus. Semua yang berada diatas, langsung jatuh ke sungai,” katanya kepada wartawan.

Dari keterangan sementara, petugas pengelola wisata penangkaran rusa, kewalahan. Wisatawan yang melebihi kapasitas jembatan, tiba-tiba tali pengait jembatan gantung putus. (yopi/win)