Monday, 22 October 2018

Diduga Kena Gendam, Siswi SMP Ini Tiga Kali Disetubuhi Pemilik Toko

Rabu, 3 Januari 2018 — 19:00 WIB
cabuli

LAMPUNG (Pos Kota) – Diduga terkena gendam, FL ,15, warga Tanggamus, Lampung, dipaksa melayani nafsu bejat seorang pengusaha berinisial, AP.

Tidak terima masa depan anaknya dihancurkan, orangtua bersama korban melaporkan perbuatan AP ke Polda Lampung, pada Rabu (3/1) sore.

Menurut korban FL, yang saat ini duduk di bangku kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP), disuruh ayahnya membeli materai di toko milik tersangka AP.

Saat membeli materai, terlapor AP menepuk pundak korban dan menyuruhnya kembali setelah mengantarkan materai.

“Seperti dihipnotis, saya nurut saja sesudah mengantarkan materai kepada ayah, saya pun kembali ke toko. Saya diajak, ke rumah di areal komplek, wilayah Kota Agung. Di bawah ancaman, saya disuruh diam tidak boleh teriak dan dipaksa buka baju dan disetubuhi oleh AP,”ujar FL

Setelah itu, lanjutnya, saya diancam akan dipukul dan dibuat malu dengan cara, menyebarkan peristiwa itu keteman dan gurunya kalau menceritakan perbuatan AP kepada orang lain.

Sebenarnya, sesampainya di rumah korban ingin cerita kepada orang tua, namun takut ancaman pelaku.

Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu, AP menghubungi dan memaksa korban untuk dilayani yang kedua kalinya. Korban sempat menolak, namun AP kembali mengancam dengan ancaman serupa. Tidak berdaya korban akhirnya kembali di paksa untuk melayani nafsu bejat AP.

Perbuatan semena-mena itu pun berlanjut, untuk yang ketiga kalinya AP membawa korban kesuatu tempat dan melakukan hal serupa terhadap korban. Setelah ketiga kalinya, korban akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya pada akhir tahun 2017.

“Saya digituin terus, jadi saya cerita sama orang tua. Saya takut dan ayah yang mengetahui hal itu marah dan mengajak saya untuk melapor kan perbuatan AP ke Polisi,”ungkapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tesebut.

“Saat ini korban sedang diperiksa oleh penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (RENAKTA) Reskrimum Polda Lampung. Kasusnya, akan langsung diproses dan didalami,”kata Heri Sumarji Dirkrimum Polda Lampung, saat ditemui d idepan ruang pemeriksaan. (Koesma)