Tuesday, 23 January 2018

Kajari Depok: Berkas Kasus First Travel Siap Dilimpahkan ke Pengadilan

Kamis, 4 Januari 2018 — 21:17 WIB
Kajari Depok Sufari (jas hitam) saat mengecek baang bukti mobil mewah merk Hammer kasus dugaan penipuan first travel.  (anton)

Kajari Depok Sufari (jas hitam) saat mengecek baang bukti mobil mewah merk Hammer kasus dugaan penipuan first travel. (anton)

DEPOK (Pos Kota)  – Berkas kasus dugaan penipuan puluhan ribu calon jemaah umroh oleh tiga tersangka pemilik First Travel yang sudah diserahkan Bareskrim Mabes Polri 21 hari lalu ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok, secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN)  Depok.

“Saya perkirakan pertengahan Januari 2018 berkas kasus dugaan penipuan puluhan ribuan calon jemaah umroh yang merugikan masyarakat serkitar Rp 1,5 trilyun sudah siap dilanjutkan untuk disidangkan ke PN Depok,” kata Kepala Kajari Depok Sufari,  Kamis (4/1).

Belum diserahkan atau dilimpahkan berkas ke tiga tersangka penanggung jawab First Travel ke Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok walaupun sudah dilimpahkan dari Bareskrim Mabes Polri karena membutuhkan kehati-hatian,  ketelitian dan jumlah korban cukup banyak .

Menurut dia,  kami tidak mau terburu menyerahkan berkas kasus tersebut tanpa lengkap barang bukti yang ada.  “Jumlah data calon jemaah umroh puluhan ribu jadi harus ekstra hati hati dan teliti salam pembuatan dakwaan yang nantinya diserahkan  ke PN Depok, ” ujar Sufari.

Ke tiga orang tersangka yang ditetapkan polisi yakni, Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki kini masih dititipkan  di LP Cilodong Depok.

Sementara itu, Rusdianto M,  kuasa hukum Andika Sirachman dan Annisa Hasibuan,  mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan baik dari kejaksaan maupun pihak pengadilan terkait pelaksanaan sidang perdana kasus yang melibatkan kliennya.

“Jaksa diberikan waktu 20 hari untuk mempersiapkan dakwaan dan apabila dianggap masih memerlukannya dia masih punya waktu 30 hari lagi,” katanya.

Ia beharap pihak kepolisian dapat mengembalikan aset yang telah disita tersebut untuk dapat mengganti rugi para korban serta memperkuat permodalan selanjutnya.

Sebab, pihaknya membutuhkan dana untuk merekstrukturalisasi kembali perusahaan First Travel. Pasalnya, ia mengklaim, sudah banyak investor dan vendor yang siap untuk membantu, namun ia enggan untuk menyebutkan investornya tersebut. (anton/win)