Saturday, 21 July 2018

Kerusuhan Lapas Banda Aceh, Empat Provokator Diamankan

Kamis, 4 Januari 2018 — 20:06 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota)  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh kembali kondusif pasca terjadinya kerusuhan dengan kasus pengrusakan fasilitas di Lapas oleh para narapidana (napi) , Kamis (04/01).

Tiga Napi yang diduga menjadi provokator kasus itu telah diamankan, masing-masing adalah adalah GN (15 tahun), MD (8 tahun 6 bulan), dan BI (12 tahun).

Mereka adalah napi (narapidana)  kasus narkoba dan telah diamankan oleh Kepolisian. Salah satu Napi menjadi korban terkena pecaham kaca berinisial MA.

Dalam siaran pers Ditjen Pemasyarakatan (Pas) disebutkan, Lapas Banda Aceh terdiri dari dua blok berbentuk letterU, yakni Blok A dan B, yang total kamarnya berjumlah 54 kamar. Kejadian berawal dari Blok A kamar 1 yang dihuni oleh Gunawan Bin Abdul Aziz.

“Saat ini kondisi Lapas Banda Aceh sudah kondusif. Selain itu, suasana juga sudah tertib narapidana yang berada di luar kamar sudah kembali masuk ke dalam kamar dan ketiga narapidana yang terindikasi melakukan provokasi sudah diamankan,” ujar Ade Kusmanto, Kepala Bagian Humas & Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kamis (4/1)

“Ketiganya masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada Napi yang kabur. Kondisi saat ini narapidana yang berada di Lapas Banda Aceh sebanyak 548 orang dan petugas regu jaga yang melaksanakan piket hanya 6 orang,” tambahnya.

Tolak pemindahan

Kejadian pengrusakan fasilitas di Lapas Banda Aceh bermula dari penolakan tiga orang napi yang akan dipindahkan. Ketiganya memprovokasi narapidana lain untuk melakukan pengrusakan fasilitas lapas.

Selain itu, mereka juga melempari petugas Lapas dan pihak kepolisian dengan batu dan pecahan kaca. Situasi sempat memanas saat narapidana membakar satu unit mobil Brimob.

Untuk melerai aksi keributan di Lapas, petugas Lapas Banda Aceh bersama pasukan PHH Satuan Brimob Aceh, Dalmas Dit. Sabhara Polda Aceh, dan Dalmas Polresta Banda Aceh dibantu anggota TNI AD Raider 112 mengamankan Lapas Banda Aceh. Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini juga telah membentuk tim untuk menginvestigasi kejadian tersebut.

Secara keseluruhan, Lapas Banda Aceh berkekuatan 78 petugas yang terdiri dari 55 petugas administrasi dan 23 petugas pengamanan. Pada saat kejadian, petugas pengamanan yang piket sebanyak enam orang, yaitu petugas P2U sebanyak dua orang dan petugas pengamanan sebanyak empat orang. (ahi/win)