Friday, 27 April 2018

Kesepian Punya Suami Pelaut Malah Dibunuh Gigolo

Jumat, 5 Januari 2018 — 7:02 WIB
cekik

RESIKO jadi istri pelaut, harus siap sering kesepian. Tapi Ny. Hermina, 32 dari Batam ini lain. Dia panggil lelaki pemuas syahwat (gigolo) berbayar mahal. Celakanya sering ngebon. Jepri, 30, pun kesal sering hanya “kerja bakti”, dan Ny. Hermina pun dibunuh sehabis dipuaskan di atas ranjang.

Belum ada pasal dalam UU Ketenagakerjaan yang membolehkan tenaga perkapalan membawa istrinya ke kapal dan tinggal bersama. Maka siapa saja menjadi istri anak buah kapal harus siap jarang ketemu suami. Bila pelayaran luar negeri bisa enam bulan sekali bisa ketemu. Karenya rindu lelaki pada istri di rumah sering mengkristal jadi kemenyan. Begitu pula istrinya.

Ny. Hermina yang tinggal Sagulung, Batam, rupanya tidak siap dengan kondisi itu. Terlalu lama ditinggal suami berlayar, diam-diam dia pacaran dengan lelaki lain. Bukan membina cinta kasih yang bermuara pada perkawinan, tapi sekedar menjadi partner dalam melepaskan gairah asmara.

Hermina sebetulnya cantik menawan, tapi entah kenapa menemukan lelaki yang siap menghiburnya di atas ranjang. Kalaupun ada, justru pemaian profesional di bidangnya. Adalah Jepri, lelaki penjaja cinta dengan bayaran mahal. Kepada pria ini Hermina melabuhkan rindu lelakinya. Sekali kencan Hermina harus merogoh uang bisa sampai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, tanpa PPN 10 %.

Kencan dilakukan kadang di hotel, kadang di rumah sendiri. Ketika kiriman suami masih lancar, kepuasan syahwat Hermina bersama Jepri tak terkendala. Tapi kadang-kadang kiriman duit suami belum datang, kebutuhan syahwatnya sudah nagih. Terpaksa Jepri dipanggil dengan sistem ngutang dulu. Namanya juga pelanggan setia, sekali dua kali Jepri masih bisa melayani.

Tapi belakangan, Hermina jadi ngutang melulu. Padahal Jefri sudah memberi pelayanan sebagus mungkin. Capek diminta kerja bakti terus, akhirnya dia marah dan menagih. Mau melayani asal dibayar kekurangannya dulu. Ributlah jadinya antara gigolo dan konsumennya itu.

Jepri yang emosi langsung mencekik Hermina hingga tewas. Kejadian ini berlangsung di rumah pribadi Hermina. Gegerlah penghuni komplek. Bedasarkan penyelidikan polisi, dua minggu kemudian Jepri bisa ditangkap. Dia mengakui segala perbuatannya. Agus, 35, suami Hermina, males melihat tampang pembunuh istrinya. Takut jadi emosi, sehingga ketika pembunuhan itu terungkap, puaslah sudah.

Kasusnya nggak seruwat Novel Baswedan sih. (BPC/Gunarso TS)