Thursday, 15 November 2018

Perkara Kondensat P21, Bareskrim Harus Limpahkan Tahap Dua ke Kejagung

Jumat, 5 Januari 2018 — 7:41 WIB
Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Bareskrim Mabes Polri didesak untuk segera menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus penjualan Kondesat, 2009 -2011ke Kejaksaan Agung, menyusul telah dinyatakan lengkap (P21) berkas perkara Kondesat.

“Sebagai pihak yang mempra-peradilkan Bareskrim dan Jaksa Agung agar peekara Kondensat di-P21, kami mengajukan waktu tujuh hari untuk penyerahan tersangka dan barang bukti (pelimpahan tahap dua), ” kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, di Jakarta.

Permintanaan pelimpahn tahap dua perkara itu disampaikan oleh MAKI melalui sepucuk surat nomor: 010/MAKI/1/2018 ke Kabareskrim, Polri.

Tiga tersangka kasus Kondensat, adalah Kepala BP Migas Raden Priyono, Djoko Harsono (Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas dan Honggo Wendratno (Presdir PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI).

Mereka tidak dalam status tahanan. Sedangka, Honggo malah dalam ‘perawatan’ pada salah satu rumah sakit di Singapura.

“Kami berharap Bareskrim dapat memulangkan Honggo dari Singapura. Kami melihat Polri belum maksimal mengupayakan pemulangannya dari Singapura. ”

Boyamin berharap pula Honggo dengam kesadaran mau pulang ke tanah air, agar tidak mengulangi kasus Sjamsul Nursalim, kasus BLBI Bank BDNI yang tidak pernah pulang usai dirawat di luar negeri.

DITAHAN

Pada bagian lain, Boyamin juga medesak Jampidsus Adi Toegarisman untuk menahan tiga tersangka, setelah menerima pelimpahan tahap kedua.

“Kita juga memberi batas waktu sstu bulan setelah terima pelimpahan tahap dua, guna dilimpahkan ke pengadilan. Jika tidak, kami akan gugat dengan alasan penghentian penuntutan.”

Kasus dugaan mega korupsi sebesar 2, 7 miliar Dolar Amerika Serikat setara Rp 33 triliun lebih cukup mengagetkan, karena dilakukan dengan modus sederhana melalui dugaan konspirasi antara BP Migas dan PT TPPI.
(ahi/sir)