Wednesday, 15 August 2018

Duet Sudrajat-Syaikhu Dinilai Ideal

Sabtu, 6 Januari 2018 — 21:29 WIB
Cagub Jabar, Sudrajat saat berkunjung ke Sukabumi.

Cagub Jabar, Sudrajat saat berkunjung ke Sukabumi.

SUKABUMI (Pos Kota) – Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat, Sudrajat- Ahmad Syaikhu dinilai duet ideal. Sebab, kolaborasi militer-sipil ini sudah mumpuni dan sudah teruji.

Terlebih, usungan Koalisi Umat antara PKS, Gerindra, dan PAN ini memenuhi kriteria nyakola, nyunda, dan nyantri.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI asal Partai Gerindra, Heri Gunawan ketika menyampaikan pidato di depan ribuan hadirin yang memadati tempat kegiatan bakti sosial dan pembagian santunan untuk kaum dhuafa oleh Satria (Satuan Relawan Indonesia Raya) dan Oakley Community di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/1/2018).

“Sudrajat mantan prajurit TNI berprestasi. Sementara Syaikhu adalah sipil dengan sederet pengalaman. Sudrajat-Syaikhu adalah pasangan yang sangat diidamkan. Keduanya memiliki catatan pengalaman yang begitu paripurna, pekerja senyap yang tak terbebani pencitraan. Sudrajat-Syaikhu adalah calon pemimpin yang ingin bekerja untuk rakyat Jawa Barat, bukan menjadi kacung konglomerat,” ujar Heri.

“Pepatah karuhun Sunda menyatakan, untuk menjadi seorang pemimpin di Tatar Sunda harus memiliki kriteria 3N yakni nyakola, nyunda, nyantri,” tambah Heri.

Keduanya masuk kriteria nyakola yang artinya berpendidikan cukup. Sudrajat adalah putra Pasundan yang pernah kuliah di kampus ternama di dunia yaitu Harvard University. Sedangkan Syaikhu adalah produk dalam negeri yakni Sekolah Tinggi Akutansi Negara atau STAN. Keduanya tidak hanya cerdas, tetapi juga visioner, ujar dia.

Selanjutnya pasangan ini juga nyunda yang memang asli Jawa Barat. Sudrajat putra Sunda keturunan Sumedang-Cianjur asli. Sementara Syaikhu putra Cirebon yang kini eksis berkarier di Kota Bekasi. Sudrajat adalah referensi Jabar Selatan, sedangkan Syaikhu delegasi dari Pantura dan Metropolitan.

“Nyantri, Sudrajat-Syaikhu adalah kolaborasi nasionalis-religius. Tanah Pasundan tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan para ulama. Sudrajat-Syaikhu adalah referensi dari kedua unsur tersebut. Yang satu mantan tentara, yang satu figur yang sangat dekat dengan ulama,” ujar Heri.

Cagub Jabar, Mayjen (Purn) Sudrajat menambahkan ini awal perjuangannya. Masih banyak yang harus kerjakan setelah awal dari perjuangan ini. “Jangan lengah, kita harus handap asor menghadapi masyarakat, semua kita datangi,” katanya.

Secara pribadi dan keluarga, ujar dia, dirinya sudah merasa selesai dalam perjuangan hidup. Namun untuk Jawa Barat, perjuangannya belum selesai. Karena itu, dia menyatakan siap ketika Ketua Umum Partai Gerindra Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto ‘mewakafkan’ dirinya untuk kepentingan Jawa Barat.

Setelah menyatakan siap, Sudrajat siap melakukan yang terbaik untuk Jawa Barat.

“Para Satria dan Partai Gerindra harus mengamankan pencalonan saya ini. Dengarkan selalu aspirasi rakyat dan utamakan kepentingan rakyat,” tandasnya. (sule)