Sunday, 21 October 2018

Golkar: Kebangkitan Politik Identitas Lanjut di Pilkada Serentak 2018

Sabtu, 6 Januari 2018 — 16:43 WIB
Diskusi Refleksi Politik 2017 , dihadiri pengamat politik Hanta Yuda, politisi Roy Suryo (Demokrat), Masinton Pasaribu (PDIP), Happy Bone Zulkarnain (Golkar). (timyadi).

Diskusi Refleksi Politik 2017 , dihadiri pengamat politik Hanta Yuda, politisi Roy Suryo (Demokrat), Masinton Pasaribu (PDIP), Happy Bone Zulkarnain (Golkar). (timyadi).

JAKARTA (Pos Kota) – Hiruk-pikuk politik di tahun 2017 telah berlalu dan tergantikan oleh lembaran baru 2018. Namun, perjalanan selama 2017 patut ditelaah untuk dijadikan referensi dalam merancang strategi menghadapi persaingan politik 2018.

Hal itu disampaikan oleh politisi Golkar Happy Bone Zulkarnain, dalam diskusi di Jalan Tendean, Jaksel, Sabtu (2018). Menurutnya, dari sekian banyak peristiwa yang terjadi di tahun 2017, tentunya Pilkada Jakarta patut dijadikan telaah prioritas.Diskusi dihadiri pengamat politik Hanta Yuda, politisi Demokrat Roy Suryo, politisi PDIP Masinton Pasaribu, dan lainnya.

“Hal yang menonjol adalah kembali mencuatnya politik identitas. Kebangkitan politik identitas ini tidak bisa dipandang sebelah mata, bisa saja fenomena politik identitas akan berlanjut di Pilkada serentak  2018 nanti di harapkan kondisi politik kondusif jangan terulang lagi seperti Pilkada di Jakarta,” kata Happy.

Apalagi, lanjutnya,  Pilkada 2018 memiliki nilai strategis dalam mengantarkan menuju Pemilu/Pilpres 2019. Ada anggapan untuk memenangkan Pemilu/Pilpres 2019, maka harus terlebih dahulu memenangkan Pilkada 2018.

Dan, tahun politik sudah di depan mata, di tahun 2018 akan digelar secara serentak Pilkada di 171 daerah terdiri atas 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. (timyadi/win)